Para pengunjuk rasa berkumpul di luar Kedubes AS di Lebanon untuk memprotes rencana Trump

Beirut (AP) - Lebih dari 200 warga Lebanon dan Palestina pada Minggu (2/2) menggelar protes di dekat kedutaan besar Amerika Serikat di Lebanon untuk menentang rencana Gedung Putih dalam upaya mengakhiri konflik Israel-Palestina.

Para pengunjuk rasa, dengan mengibarkan bendera-bendera Palestina, berkumpul di jalanan yang mengarah ke gedung kedutaan di Beirut timur laut di tengah penjagaan ketat oleh pasukan Lebanon dan polisi antikerusuhan.

Rencana AS itu sangat menguntungkan Israel, memberi Palestina wewenang terbatas untuk memerintah sendiri di beberapa bagian Tepi Barat yang diduduki. Dalam rencana itu, Israel dimungkinkan untuk mencaplok semua wilayah permukiman di sana dan menguasai hampir seluruh Yerusalem timur, yang selama ini dinyatakan Palestina sebagai ibu kota masa depan negara Palestina.

Sekitar siang hari, para demonstran memindahkan kawat berduri serta menjangkau pagar baja yang dipasang oleh pasukan keamanan. Polisi menggunakan benda-benda, yang tampaknya merupakan semprotan lada, untuk mendorong para pengunjuk rasa yang berada di pagar tersebut. Sedikitnya tiga pemrotes menjauh dari titik itu.

Kemudian pada hari yang sama, para pengunjuk rasa berpencar dari lokasi tersebut tanpa terlibat bentrokan serius, selain beberapa orang di antara mereka melempari pasukan keamanan dengan batu.

Pada Sabtu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengancam akan memutuskan hubungan dengan Israel dan Amerika Serikat. Ancaman itu ia sampaikan dalam pidatonya pada pertemuan Liga Arab sebagai tanggapan atas rencana AS tersebut. Para menteri luar negeri Arab juga mengkritik rencana itu dan menyebutnya sebagai kemunduran bagi upaya perdamaian Timur Tengah.

Lebanon menampung puluhan ribu pengungsi Palestina dan keturunan mereka. Protes telah berlangsung di 12 kamp pengungsi di negara itu sejak Presiden Donald Trump mengumumkan proposal itu di Washington.