Paraben adalah Bahan Kimia Pencegah Pertumbuhan Bakteri dan Jamur pada Kosmetik, Aman?

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Apa itu paraben? Paraben adalah bahan pengawet atau bahan kimia yang bisa ditemukan pada kosmetik, makanan, dan obat-obatan. Apakah paraben aman digunakan?

Paraben adalah fungsinya baik mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur berbahaya pada produk kosmetik hingga mencegah pembusukan pada makanan. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) dalam keterangan tertulisnya dilansir, pada Minggu (9/1/2022) masih membolehkan penggunaan paraben untuk pengawet kosmetik.

Meski demikian, penelitian lanjutkan tentang layak tidak paraben untuk kosmetik sampai saat ini masih terus dilakukan. Berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam tentang apa itu paraben dan keamanannya untuk kosmetik, pada Minggu (9/1/2022).

Mengenal Paraben

Ilustrasi Kosmetik. Credit: pexels.com/Susan
Ilustrasi Kosmetik. Credit: pexels.com/Susan

Paraben adalah salah satu produk bahan kimia. Paraben adalah biasa digunakan untuk bahan pengawet dalam pembuatan kosmetik. Paraben adalah berguna dijadikan pengawet karena fungsinya baik mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur berbahaya.

Paraben adalah perlindungan penting bagi produk kosmetik dan konsumen kosmetik. Apa saja jenis paraben pada kosmetik yang sering digunakan?

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) dalam keterangan tertulisnya dilansir, pada Minggu (9/1/2022) menjelaskan jenis paraben yang sering digunakan pada pembuatan kosmetik adalah methylparaben, propylparaben, butylparaben, dan ethylparaben. Tak hanya berguna dalam pengawet kosmetik, paraben adalah berguna pula untuk makanan dan obat-obatan.

Macam-macam kosmetik yang menggunakan paraben atau mengandung paraben, dijelaskan berupa makeup, pelembap, produk perawatan (skin care), dan produk cukur. Bagaimana dengan deodoran apakah menggandung paraben? Sejauh ini, produk deodoran yang dijual di pasaran menurut FDA tidak mengandung paraben.

Apakah Paraben Aman?

Ilustrasi kosmetik. (dok.  Diana Ruseva/Unsplash)
Ilustrasi kosmetik. (dok. Diana Ruseva/Unsplash)

Banyak klaim mengatakan paraben mungkin berhubungan dengan bahaya kanker dan masalah kesehatan lain. Apakah benar demikian?

Ilmuwan FDA sejauh ini masih terus melakukan studi tentang keamanan penggunakan paraben sebagai pengawet kosmetik, makanan, dan obat-obatan. Belum ada bukti bahwa paraben menyebabkan berbagai masalah kesehatan tersebut.

Jika penggunaan paraben dihentikan untuk melindungi kosmetik dan konsumen dari bakteri berbahaya, apakah ada alternatif pengawet lain yang lebih aman? Itulah pertimbangan dari FDA tentang izin penggunaan paraben untuk kosmetik.

Apabila paraben tidak memiliki kelayakan untuk digunakan, maka pihak FDA akan segera memberitahu industri dan publik. Begitu pula akan mempertimbangkan opsi hukum agensi di bawah wewenang Undang-Undang FD & C untuk bisa melindungi kesehatan dan kesejahteraan konsumen.

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2014 oleh Dr Philippa Darbre menunjukkan paraben adalah menyerupai estrogen. Dalam penelitian ini menunjukkan paraben ditemukan dalam tumor serta kanker.

American Cancer Society menyatakan para peneliti hanya mencari keberadaan paraben dalam sampel kanker payudara. Studi ini tidak menunjukkan bahwa paraben menyebabkan atau berkontribusi pada perkembangan kanker payudara, hanya menunjukkan bahwa paraben ada di sana.

Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperbolehkan penggunaan paraben pada produk kecantikan. Kandungannya tidak boleh lebih dari 0,4 persen untuk paraben tunggal dan 0,8 persen untuk paraben campuran.

Tips Memilih Kosmetik Aman

Ilustrasi Kosmetik. Credit: pexels.com/cottonbro
Ilustrasi Kosmetik. Credit: pexels.com/cottonbro

Ada beberapa hal yang wajib dilakukan saat akan membeli produk kosmetik agar aman. Ini tips memilih kosmetik aman yang Liputan6.com lansir dari berbagai sumber:

1. Mengumpulkan Informasi Kosmetik

Carilah informasi akurat tentang kosmetik yang akan dibeli. Berbagai informasi ini bisa dikumpulkan dari berbagai sumber secara online, sehingga kamu benar-benar memahami secara detail tentang produk kosmetik yang akan dibeli nanti.

Perhatikan kemasan yang digunakan, ukuran produk, ciri-ciri yang mudah dikenali dan menandakan produk tersebut asli (hologram, merek, kemasan, warna kemasan), kisaran harga, dan lainnya. Semua informasi ini akan sangat membantu dalam memilih produk yang tepat dan aman.

2. Memilih Toko yang Tepat

Tidak semua toko kosmetik menjual produk asli, bahkan yang berukuran besar sekalipun. Akan sangat baik jika selalu membeli produk kosmetik langsung di gerai resminya. Namun jika tidak bisa, maka pastikan selalu memilih toko kosmetik yang punya reputasi baik dan sudah bisa dipercaya, di mana mereka hanya menjual produk kosmetik yang asli saja.

3. Memeriksa Kemasan

Jangan membeli produk kosmetik dengan terburu-buru, sebab di luar sana ada banyak produk kosmetik palsu. Kosmetik palsu ini banyak dijual di toko-toko kosmetik, bahkan toko yang berukuran cukup besar sekalipun.

Luangkan waktu untuk memeriksa setiap produk yang akan dibeli, cek kemasan produk kosmetik yang akan dibeli dan pastikan kemasannya memang benar-benar sesuai dan asli.

4. Perhatikan Izin Edar

Semua produk yang asli dan sudah legal akan dilengkapi dengan Nomor Izin Edar (NIE). NIE bisa ditemukan pada kemasan produk kosmetik, jadi pastikan memeriksanya secara detail.

Kosmetik yang legal dan aman untuk digunakan akan memiliki izin resmi dari BPOM, di mana produk tersebut sudah melalui uji laboratorium dan dijamin aman. Meski begitu, banyak produk yang asal mencatumkan NIE ini pada kemasan mereka, meskipun tidak pernah mendapatkannya dari BPOM.

Lakukan pengecekan NIE yang terdapat pada kemasan produk kosmetik, untuk memastikan apakah produk tersebut benar-benar sudah terdaftar di BPOM. Jika ternyata belum, jangan dibeli.

5. Memeriksa Tanggal Kadaluwarsa

Hal ini penting, penggunaan kosmetik bisa habis dalam beberapa bulan atau bahkan satu hingga dua tahun. Lihat tanggal kedaluwarsa ini pada kemasan produk kosmetik yang akan dibeli.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel