Parade Bintang Bhayangkara Solo FC di Liga 1 Musim Ini: Jaminan Mutu

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Solo - Nama Bhayangkara Solo FC masuk dalam daftar tim kuat untuk Liga 1 2021/2022. The Guardians masih menjadi tim yang paling serius di antara para pesaingnya.

Tim asuhan Paul Munster ini memiliki deretan pemain mewah, sehingga menjadi favorit di kompetisi. Kedalaman skuad Bhayangkara Solo FC yang dihuni pemain berkelas dan bintang, membuat banyak yang menyebut tim ini sebagai The Dream Team.

Selain berhasil mempertahankan pemain-pemain pilarnya dari musim lalu, skuad Bhayangkara Solo FC makin kuat dengan kehadiran pemain anyar dengan nama besar untuk musim 2021.

Ada banyak pemain Bhayangkara Solo FC berpredikat bintang dan nama besar yang siap unjuk gigi di kompetisi nanti. Bola.com memilih lima di antaranya yang diprediksi membawa dampak besar bagi juara Liga 1 2017 ini. Siapa saja yang ada di daftarnya? Berikut ulasannya:

Anderson Salles

Bek Bhayangkara FC, Anderson Salles, menjaga striker Madura United, Aleksandar Rakic, pada laga Liga 1 2019 di Stadion Madya, Jakarta, Senin (5/8). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Bola.com/M iqbal Ichsan)
Bek Bhayangkara FC, Anderson Salles, menjaga striker Madura United, Aleksandar Rakic, pada laga Liga 1 2019 di Stadion Madya, Jakarta, Senin (5/8). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Bola.com/M iqbal Ichsan)

Pemain belakang asal Brasil yang kembali reuni dengan The Guardians pada musim 2021/2022. Ia pernah berseragam Bhayangkara Solo FC di Liga 1 2019, meski sempat kembali ke Brasil selama pandemi COVID-19.

Soal kemampuan sebagai benteng pertahanan, Anderson Salles tak perlu diragukan lagi. Tinggi 181 cm dan badan gempal jadi modal sang pemain dalam menghalau serangan lawan.

Anderson Salles juga sangat piawai dalam mengeksekusi bola mati, khususnya tendangan bebas. Sudah banyak gol yang ia ciptakan dari situasi tendangan bebas.

Ia dikenal punya kualitas tendangan geledek jarak jauh yang sering membuat kiper lawan terperangah. Salles akan kembali menjadi tumpuan dan andalan di sektor belakang timnya dalam mengarungi kompetisi nanti.

Hansamu Yama

Bek Bhayangkara Solo FC, Hansamu Yama (kiri) saat melawan Persija Jakarta dalam laga matchday ke-3 Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (31/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Bek Bhayangkara Solo FC, Hansamu Yama (kiri) saat melawan Persija Jakarta dalam laga matchday ke-3 Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (31/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Satu di antara beberapa bek terbaik yang dimiliki Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Pemain berusia 26 tahun asal Mojokerto yang kualitasnya sudah terbukti bersama Persebaya Surabaya.

Sebelum ke Bhayangkara Solo FC, Hansamu Yama cukup lama menjadi andalan Bajul Ijo dan juga Timnas Indonesia. Keputusan tepat Bhayangkara Solo FC mendatangkannya menjelang Piala Menpora 2021.

Kualitasnya teruji selama turnamen pramusim dengan selalu bermain dalam setiap laga. Sayangnya, Bhayangkara Solo FC gagal melaju jauh di Piala Menpora 2021.

Hansamu Yama bakal diduetkan dengan Anderson Salles dalam skema permainan Paul Munster. Akan menjadi kombinasi ideal antara Hansamu dengan Salles untuk mengawal pertahanan Bhayangkara Solo FC.

Renan Silva

Renan Silva layak didaulat sebagai pemain terbaik dalam laga Bhayangkara FC melawan Persija Jakarta setelah mencetak satu gol dan satu assist. (Bola.com/Yoppy Renato)
Renan Silva layak didaulat sebagai pemain terbaik dalam laga Bhayangkara FC melawan Persija Jakarta setelah mencetak satu gol dan satu assist. (Bola.com/Yoppy Renato)

Playmaker asal Brasil yang jadi tumpuan Bhayangkara Solo FC sejak musim lalu. Ia sudah lama mengenal kultur sepak bola Indonesia sejak menjadi pilar Persija Jakarta dan Borneo FC.

Kualitasnya ada dalam daya jelajah tinggi di sektor tengah dan penyerangan The Guardians. Ia dibekali skill olah bola yang sulit dihentikan pemain lawan. Musim terbaiknya adalah pada 2019, menjadi kunci permainan Borneo FC dengan koleksi 12 gol.

Lantas ia direkrut Bhayangkara Solo FC yang tidak salah merekrutnya. Seperti halnya ketika tampil di Piala Menpora 2021, pemain berusia 32 tahun ini menjadi pilar penting bersama Evan Dimas, Adam Alis, dan Andik Vermansah di sektor tengah.

Evan Dimas

Gelandang Bhayangkara Solo FC, Evan Dimas (kiri) berebut bola dengan striker Persija Jakarta, Heri Susanto dalam laga matchday ke-3 Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (31/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Gelandang Bhayangkara Solo FC, Evan Dimas (kiri) berebut bola dengan striker Persija Jakarta, Heri Susanto dalam laga matchday ke-3 Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (31/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Pemain yang merupakan satu di antara gelandang terbaik milik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Dengan jam terbang serta kemampuannya sejak menjadi bintang Timnas Indonesia U-19 yang menjuarai Piala AFF U-19 2013, Evan Dimas terus berkembang menjadi pemain kelas atas di Indonesia.

Pemain asal Surabaya itu juga merupakan kepingan kesuksesan Bhayangkara FC saat menjuarai Liga 1 2017. Perannya sangat vital sebagai gelandang jangkar dan mengatur serangan.

Sempat hijrah ke Liga Super Malaysia dan bermain bersama Selangor FA, kemudian bermain bersama Barito Putera dan Persija Jakarta, Evan Dimas kembali pulang ke Bhayangkara FC. Kini ia punya semangat baru untuk kembali membawa kejayaan bersama Bhayangkara Solo FC.

Aura positif juga sedang dirasakannya. Sebagai pilar penting Timnas Indonesia senior yang berjuang dalam lanjutan babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

Ezechiel N'doaussel

Para pemain Bhayangkara Solo FC merayakan gol yang dicetak oleh striker Ezechiel N'Douassel ke gawang Persija Jakarta dalam laga matchday ke-3 Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (31/3/2021). Bhayangkara Solo FC kalah 1-2 dari Persija. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Para pemain Bhayangkara Solo FC merayakan gol yang dicetak oleh striker Ezechiel N'Douassel ke gawang Persija Jakarta dalam laga matchday ke-3 Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (31/3/2021). Bhayangkara Solo FC kalah 1-2 dari Persija. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bomber penuh pengalaman yang didukung postur badan yang tinggi dan kuat. Ia sudah teruji di kompetisi Liga 1 karena ini menjadi tahun keempatnya berkarier di Indonesia, di mana sebelumnya ia sudah lebih dulu berseragam Persib Bandung.

Dua musim berkostum Maung Bandung, pemain asal Chad itu kemudian hijrah ke Bhayangkara FC. Ezechiel langsung menjadi andalan The Guardians mulai 2020, termasuk di Piala Menpora 2021 lalu.

Meski perjalanan Bhayangkara Solo FC terhenti di babak penyisihan grup, Ezechiel N'Douassel tetap menjadi pilihan utama di lini depan The Guardians. Keistimewaannya adalah jago dalam duel bola udara dan naluri mencetak gol yang tinggi sebagai predator di kotak penalti.

Dalam racikan permainan Paul Munster, ia akan kembali dipersiapkan untuk menjadi ujung tombak Bhayangkara Solo FC dalam kompetisi nanti.

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel