Paradigma hidup sehat harus mengemuka di tengah landainya pandemi

·Bacaan 2 menit

Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan COVID-19 Bidang Antropologi Nasrullah S.Sos.I, MA mengatakan paradigma hidup sehat harus mengemuka di tengah melandainya kasus positif di saat pandemi.

"Atas dasar menurunnya kasus COVID-19 saat ini, kita tidak hanya bergembira dan bersyukur, tapi perlu memperkuat paradigma hidup sehat termasuk menerapkan protokol kesehatan jadi bagian dari hidup bersih dan sehat," kata dia di Banjarmasin, Senin.

Menurut Nasrullah, selama ini kalangan masyarakat secara umum cenderung melihat sehat itu sebagai upaya sembuh dari sakit dan pulih dari sedia kala.

Padahal hidup sehat itu, kata dia, adalah pola hidup untuk tetap sehat. Cara ini antara lain memperkuat daya tahan tubuh atau vitalitas dengan mengonsumsi obat-obatan, vitamin, tanaman, atau ramuan yang sudah teruji baik secara medis maupun berdasarkan pengetahuan lokal yang sudah dilakukan turun temurun.

Baca juga: Dirut BPJS Kesehatan ajak masyarakat konsisten jalani pola hidup sehat

Baca juga: Masih ada penyakit infeksi selain COVID-19 yang perlu perhatian

Kemudian kerelaan masyarakat untuk divaksinasi bagi yang memenuhi persyaratan medis juga merupakan manifestasi untuk hidup sehat yaitu upaya medis untuk melindungi tubuh dari masuknya virus COVID-19 di masa sekarang.

"Namun, ada juga anggota masyarakat yang sehat, justru tidak mau divaksinasi atau dengan alibi kematian sudah ditentukan atau ditakdirkan Tuhan. Sayangnya pandangan ini sama saja dengan pandangan mati konyol karena menghilangkan daya upaya untuk sehat," kata Nasrullah tergabung dalam Satgas Penanganan COVID-19 Pemprov Kalimantan Selatan Sub Bidang Sosial Masyarakat.

Maka dari itu, sebenarnya menolak upaya untuk menjaga kesehatan diri sendiri yang dapat berdampak pada orang lain menjadikan indikasi gangguan kesehatan pada mental. Terlebih, jika anjuran atau imbauan tokoh agama tentang vaksinasi juga diabaikan.

"Saatnya upaya kesehatan mulai bergeser dari pemulihan dan penyembuhan orang sakit ke arah tindakan pencegahan, promosi atau sosialisasi kesehatan," ujar pakar antropologi masyarakat jebolan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan tanggal 9 Januari 2022, perkembangan kasus COVID-19 semakin positif, yakni dalam tujuh hari terakhir didapatkan kasus positif menurun 50 persen dan kasus aktif menurun 53 persen.

Pasien yang dirawat tersisa 6 orang tersebar di empat kabupaten dan kota yaitu Kabupaten Barito Kuala 3 orang, Kabupaten Tapin 1 orang, Kabupaten Tanah Bumbu 1 orang dan Kota Banjarbaru 1 orang.*

Baca juga: Di tengah pandemi, warga Sulsel diingatkan hidup sehat cegah DBD

Baca juga: Kiat tetap sehat setelah lebaran

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel