Parafrase adalah Pengungkapan Kembali Suatu Tuturan, Kenali Tujuan, dan Jenisnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Parafrase adalah istilah yang sangat penting diketahui oleh pelajar. Pasalnya, dalam menulis ataupun berpendapat, teknik satu ini sangat diperlukan. Hal ini berguna untuk membuat tulisan seseorang bebas dari pelanggaran hak cipta atau plagiarisme.

Parafrase adalah pengungkapan kembali suatu tuturan menjadi tuturan yang lain tanpa mengubah pengertian. Biasanya, istilah parafrase digunakan untuk menjelaskan bahwa seseorang membuat suatu tulisan dari tulisan orang lain, namun dengan bahasanya sendiri.

Walaupun begitu, seorang penulis yang melakukan parafrase tidak boleh mengubah isi dan makna dari tulisan sumber. Selain itu, penulis juga harus tetap menuliskan sumber utama gagasan yang dituliskan dalam daftar pustaka, meskipun teks tersebut dibuat ulang dengan kalimat sendiri.

Dalam melakukan parafrase, kamu harus menemukan inti dari isi teks yang sudah dibaca serta menemukan permasalahan dari teks tersebut terlebih dahulu. Teks yang dapat diparafrasakan di antaranya, teks berita, narasi, teks iklan, hingga puisi. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (2/1/2022) tentang parafrase.

Parafrase adalah

Ilustrasi menulis (dok. Pixabay.comStockSnap/Putu Elmira)
Ilustrasi menulis (dok. Pixabay.comStockSnap/Putu Elmira)

Parafrasa atau parafrase adalah istilah yang berasal dari bahasa Latin “paraphrasis“ dan bahasa Yunani (Paraphrasein), yang sama-sama memiliki arti yaitu "Cara Ekspresi Tambahan". Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), parafrasa atau parafrase adalah pengungkapan kembali suatu tuturan dari sebuah tingkatan atau macam bahasa menjadi tuturan yang lain tanpa mengubah pengertian. Selain itu, bisa juga dipahami bahwa parafrase adalah penguraian kembali suatu teks (karangan) dalam bentuk (susunan kata-kata) yang lain, dengan maksud untuk dapat menjelaskan makna yang tersembunyi.

Parafrase adalah suatu cara yang digunakan oleh para penulis untuk terhindar dari tindakan plagiarisme dengan cara memberikan kutipan tidak langsung dari teks aslinya. Hal yang dilakukan oleh penulis dengan menggunakan teknik parafrase adalah sesuatu yang tidak melanggar hukum, karena penulis hanya menulis ulang ide tersebut dengan kalimatnya sendiri. Cara membuat parafrase adalah dengan menemukan inti dari isi teks yang sudah dibaca serta menemukan permasalahan dari teks tersebut. Teks yang dapat diparafrasakan di antaranya, teks berita, narasi, teks iklan, hingga puisi.

Parafrase adalah teknik yang bisa digunakan dengan cara lisan dan tulisan. Parafrasa lisan adalah proses mengungkapkan isi tuturan secara lisan. Teknik parafrasa secara lisan dilakukan untuk melatih keterampilan berbicara dengan cara menceritakan kembali dengan bahasa sendiri. Sementara itu, parafrasa tulisan merupakan proses mengungkapkan isi tuturan secara tertulis. Teknik parafrasa secara tertulis dilakukan untuk melatih keterampilan menulis.

Ciri-ciri parafrase adalah sebagai berikut:

- Parafrase memiliki tuturan bahasa yang berbeda dengan teks asli sebelum diparafrasakan.

- Memiliki teknik penyampaian bahasa yang berbeda dengan sumber asli.

- Makna dan isi tuturan tidak berubah dari sumber asli.

Tujuan Parafrase

Ilustrasi Penulis (sumber: unsplash)
Ilustrasi Penulis (sumber: unsplash)

Parafrase memiliki 2 tujuan utama, yaitu untuk menghindari plagiarisme dan membuat gagasan lebih mudah dimengerti. Penjelasan tujuan parafrase adalah sebagai berikut:

- Menghindari plagiarisme

Plagiarisme adalah aktivitas menjiplak yang melanggar hak cipta, dan bisa dikategorikan pencurian dan pemalsuan karya dari orang lain. Parafrase bisa menghindarkan penulis dari praktik plagiarisme. Dengan menyajikan ide pencipta karya dengan bahasa sendiri, kamu bisa terbebas dari plagiarisme. Namun, tentunya dengan tidak mengubah isi dan makna dari tulisan sumber.

Selain itu, penulis juga harus tetap menuliskan sumber utama gagasan yang dituliskan dalam daftar pustaka, meskipun teks tersebut dibuat ulang dengan kalimat sendiri. Jadi, seorang penulis harus memperkaya padanan kata serta memperluas pengetahuan umum agar bisa mengembangkan isi dai tulisan dengan parafrase.

- Gagasan lebih mudah dimengerti

Tujuan parafrase berikutnya yaitu supaya gagasan yang disampaikan lebih mudah dimengerti. Melakukan parafrase mampu membantu menyebarluaskan kembali informasi sumber dengan bahasa yang mudah agar bisa dimengerti oleh banyak orang.

Contohnya, format puisi yang banyak menyajikan diksi yang rumit mampu digubah menjadi narasi dengan teknik parafrase agar diketahui maknanya. Selain puisi, contoh lainnya yaitu novel yang bisa diubah menjadi bentuk drama atau film. Namun hal ini tentu harus tetap relevan sesuai dengan informasi aslinya. Dengan menggunakan teknik parafrase, ide dan gagasan bisa disampaikan dengan baik dan mudah dimengerti, bahkan dalam kegiatan rapat, percakapan, atau presentasi.

Jenis Parafrase

Ilustrasi Menulis Credit: pexels.com/Jill
Ilustrasi Menulis Credit: pexels.com/Jill

Jenis-jenis parafrase adalah sebagai berikut:

- Parafrase ekuivalen. Parafrase ekuivalen adalah parafrasa antar satuan lingual yang memiliki kemiripan arti sangat dekat. Istilah ekuivalen juga erat kaitannya dengan teknik yang digunakan oleh penerjemah. Dalam aktivitasnya, penerjemah mencari kesamaan arti dan makna yang sangat dekat dengan teks asli bahasa pertama. Penerjemah melakukannya tidak melihat kata demi kata atau kalimat, melainkan keseluruhan isi dan makna dari teks terjemahan tersebut.

- Parafrase keantoniman ingkaran. Keantoniman sendiri memiliki arti dua kata yang memiliki arti berlainan. Namun dalam parafrasa keantoniman tersebut memiliki sifat berlawanan bertingkat dan berlawanan berkebalikan.

- Parafrase generik-spesifik. Parafrasa generik-spesifik merupakan kegiatan memparafrasakan satuan lingual dengan cara mengganti padanan kata yang masih memiliki sinonim yang sama. Hal ini dapat terjadi karena sebuah kata yang memiliki makna bisa dilambangkan dengan lebih dari satu lambang yang berbeda-beda. Sebagai contoh, kata teman memiliki kemiripan makna dengan kawan, kolega, atau partner.

- Parafrase amplifikasi. Parafrasa amplifikasi adalah pengulangan lingual serta memberikan informasi tambahan dalam satuan lingual dalam parafrasa tersebut. Penambahan informasi tersebut dilakuan dengan cara memberikan detail informasi dari kalimat yang akan diparafrasakan.

- Parafrase kontraksi. Parafrasa kontraksi adalah jenis parafrasa yang dilakukan dengan cara mengurangi informasi dalam satuan lingual. Pengurangan lingual tersebut bisa dengan cara menyingkat satuan kata tanpa mengubah makna atau frasa tersebut. Contohnya kata tidak ada mengalami kontraksi menjadi kata tiada.

- Parafrase rangkuman. Parafrasa rangkuman merupakan jenis parafrasa dengan cara merangkum satuan lingual dengan lingual lainnya. Parafrasa berbeda dengan kegiatan merangkum. Hal ini dikarenakan kegiatan parafrasa merupakan teknik penyajian gagasan sumber dengan kata-kata sendiri, sedangkan merangkum merupakan meringkas fokus penulis dengan susunan kalimat sesuai dengan ide penulis pertama.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel