Parah, Preman Priok yang Dicolek Jokowi Tak Sudi Cuma Dikasih Rp5 Ribu

·Bacaan 2 menit

VIVAPreman yang menarik pungutan liar terhadap sopir kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok benar-benar keterlaluan. Kata polisi, beberapa dari mereka bahkan kerap menolak bila dikasih uang Rp5 ribu saja oleh sopir kontainer.

Biasanya, kata dia, mereka yang menolak adalah oknum karyawan di PT di Tanjung Priok yang bertugas mengangkut barang ke truk kontainer dengan crane. Jika sopir truk tak membayar pungli, para pelaku akan memperlambat proses pengangkutan barang tersebut.

"Sudah jadi budaya langsung membayar bahkan dengan gampangnya mereka melihatkan uang Rp5 ribu ditolak sama mereka, tidak diangkat kontainernya, nanti kalau sudah Rp20 ribu baru diangkat kontainer itu oleh operator dan ini terus berjalan mereka," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat 11 Juni 2021.

Yusri menambahkan, bukan hanya di dalam PT, pungli juga terjadi di pintu keluar PT alias di jalan raya. Para preman kerap memalak sopir-sopir truk di sana. Bahkan sampai nekat mengetuk kaca mobil sopir kontainer. Sejauh ini sendiri, sudah ada 49 orang diamankan.

"Belum lagi yang ada di luar premanisme-premanisme yang ada di luar, anak jalanan mulai dari Pak ogah sampai sengaja dibuat macet kemudian harus membayar diketok-ketok. Ini sering terjadi yang sering viral di medsos, ini juga diamankan semuanya," katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi bertemu sejumlah sopir kontainer untuk mendengar langsung keluhan yang mereka alami, terutama soal pungli.

Sopir bernama Agung Kurniawan (38 tahun) warga asal Ngawi mengadukan kepada Presiden tentang maraknya pungli menimpa di depo pelabuhan.

Depo adalah tempat meletakkan kontainer yang sudah dipakai atau mengambil kontainer yang akan dipakai shipping line. Hal itu dikonfirmasi pula oleh rekan Agung bernama Abdul Hakim.

Abdul mengatakan, kemacetan menambah leluasa pergerakan para preman tersebut dalam menjalankan aksinya memalak supir kontainer.

Mendengar keluhan itu, Presiden Jokowi langsung menelpon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar masalah itu segera dituntaskan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel