Paralimpiade Tokyo 2020 Cetak Rekor Jumlah Atlet Perempuan Terbanyak

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Paralimpiade Tokyo 2020 resmi dibuka pada Selasa, 24 Agustus 2021. Pesta olahraga untuk atlet penyandang disabilitas ini bakal berangsung hingga Minggu, 5 September 2021 dengan 539 perebutan medali di 22 cabang olahraga.

Dilansir dari Paralympic.org, Rabu (25/8/2021), Paralimpiade Tokyo 2020 akan menjadi Paralimpiade terbesar dengan rekor jumlah atlet yang berpartisipasi. Catatannya ada lebih banyak atlet perempuan pada pergelaran tahun ini.

Negara tuan rumah, Jepang, menurunkan atlet terbanyak, yakni 254 atlet. Jumlah ini hampir dua kali lipat delegasi Negeri Sakura di Paralimpiade Rio 2016. Total atlet yang berlaga di Paralimpiade Tokyo 2020 adalah 4.403 atlet dengan 2.550 laki-laki dan 1.853 perempuan.

Paralimpiade Rio 2016 sebelumnya diikuti 4.328 atlet. Itu berarti Paralimpiade Tokyo 2020 kini mencetak rekor atlet terbanyak selama penyelenggaraan Paralimpiade.

"Memecahkan rekor jumlah atlet tertinggi di (Paralimpiade) Tokyo 2020 adalah bukti kerja luar biasa dari semua NPC dan Federasi Internasional dalam melampaui panggilan tugas selama waktu pengujian," kata Andrew Parsons, Presiden Komite Paralimpiade Internasional (IPC).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kata Presiden IPC

Tim Indonesia tiba pada upacara pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020 di Stadion Olimpiade Tokyo pada 24 Agustus 2021. (AFP/Charly Triballeau)
Tim Indonesia tiba pada upacara pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020 di Stadion Olimpiade Tokyo pada 24 Agustus 2021. (AFP/Charly Triballeau)

Parsons menyambung, "Dalam beberapa hari mendatang, pertunjukan Paralimpiade yang luar biasa akan menghancurkan stereotip dan menunjukkan mengapa penyandang disabilitas harus aktif, terlihat, serta berkontribusi sebagai anggota masyarakat global, lebih dari sebelumnya."

Total 1.853 atlet putri akan bertanding di Paralimpiade Tokyo 2020. Itu mengalahkan rekor sebelumnya, yakni 1.671 atlet putri di Paralimpiade Rio 2016, dengan peningkatan 10,9 persen.

"Ini adalah berita yang benar-benar fantastis bahwa lebih banyak perempuan daripada sebelumnya akan bersaing di Paralimpiade Tokyo 2020 dan banyak pujian perlu diberikan kepada NPC dan Federasi Internasional untuk memastikan pertumbuhan jumlah yang berkelanjutan ini," kata Parsons.

Negara dengan Atlet Terbanyak

Atlet Jepang Miki Matheson, Mineho Ozaki, Taiyou Imai, Erina Yuguchi, Kaori Icho, dan Tskumi Asatani membawa bendera nasional Jepang ke Stadion Olimpiade pada pembukaan Paralympic Opening Ceremony Tokyo 2020 Paralympic Games di Tokyo, Selasa, 18 Agustus. 24, 2021. (OIS via AP Photo/Joe Toth)
Atlet Jepang Miki Matheson, Mineho Ozaki, Taiyou Imai, Erina Yuguchi, Kaori Icho, dan Tskumi Asatani membawa bendera nasional Jepang ke Stadion Olimpiade pada pembukaan Paralympic Opening Ceremony Tokyo 2020 Paralympic Games di Tokyo, Selasa, 18 Agustus. 24, 2021. (OIS via AP Photo/Joe Toth)

Parsons menuturkan, meski perjalanan mengupayakan keseimbangan gender masih berlanjut, pihaknya menuju ke arah yang benar dengan jumlah perempuan yang bersaing di Paralimpiade hampir dua kali lipat sejak Paralimpiade Sydney 2000.

Negara tuan rumah NPC Jepang memiliki delegasi terbesar di Olimpiade dengan 254 atlet di 23 disiplin. Ini adalah delegasi terbesar mereka di Paralimpiade dan hampir dua kali lipat dari yang dimiliki Jepang di Rio 2016 ketika mereka memiliki 132 atlet.

Posisi selanjutnya diikuti oleh NPC China (248 atlet/21 disiplin). Tiga terbesar berikutnya adalah RPC (243 atlet/20 disiplin), NPC USA (235 atlet/20 disiplin), dan NPC Brazil (234 atlet/21 disiplin).

Infografis Yuk Hindari 9 Kesalahan Ketika Gunakan Masker Cegah Covid-19

Infografis Yuk Hindari 9 Kesalahan Ketika Gunakan Masker Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Yuk Hindari 9 Kesalahan Ketika Gunakan Masker Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel