Paralimpiade Tokyo 2020: Kloter Pertama Kontingen Indonesia Terbang ke Jepang

Bola.com, Jakarta - Kloter pertama kontingen Indonesia yang akan menjalani pertandingan di ajang Paralimpiade Tokyo 2020 telah berangkat ke Jepang pada hari Senin 16 Agustus 2021.

Acara pelepasan keberangkatan rombongan pertama tim Indonesia dilakukan oleh Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun pukul 17.30 WIB di halaman Hotel Kusuma Sahid Prince Surakarta, tempat kontingen menjalani karantina.

Kloter pertama kontingen Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020 berkekuatan 11 paralimpian. Rombongan melakukan perjalanan darat dengan menggunakan bis nyaman yang didukung oleh Juragan99trans.

Mereka juga mendapat pengawalan kepolisian selama perjalanan dari Surakarta menuju bandar udara Soekarno-Hatta Tangerang Banten untuk melakukan penerbangan dengan pesawat Ana Air nomor penerbangan NH836 pada 17 Agustus 2021 pukul 06:15 WIB.

Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun memberi pesan singkat kepada kloter pertama ini. Dia berpesan untuk semua atlet yang berlaga di Paralimpiade Tokyo 2020 jangan terlalu serius yang nantinya akan menjadi tegang.

"Tetap fokus untuk bertanding dan yang terpenting harus disiplin bagi diri sendiri," kata Senny Marbun seperti rilis yang diterima Bola.com.

"Hal yang terpenting dari keberangkatan ini adalah semua kontingen tiba di Jepang dengan selamat tanpa ada yang terjangkit COVID-19 merupakan sebuah kemenangan buat kontingen. Lakukan yang terbaik, disiplin dan enjoy the game," lanjutnya.

Pimpinan Kloter Pertama

Kloter pertama kontingen Indonesia yang akan menjalani pertandingan di ajang Paralimpiade Tokyo 2020 telah berangkat ke Jepang pada hari Senin 16 Agustus 2021. (Istimewa)
Kloter pertama kontingen Indonesia yang akan menjalani pertandingan di ajang Paralimpiade Tokyo 2020 telah berangkat ke Jepang pada hari Senin 16 Agustus 2021. (Istimewa)

Pelatih para tenis meja yang juga Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto yang juga menjadi pimpinan kontingen kloter pertama ini mengaku puas atas dukungan yang diberikan baik oleh pihak pemerintah dan swasta dalam keberangkatan ini.

"Saya senang karena perjalanan hari ini sangat cepat karena bisa tiba di bandara kurang dari enam jam perjalanan," Rima menuturkan.

"Terima kasih atas dukungan patwal yang mengawal perjalanan kita dan juga terima kasih kepada pemerintah yang telah memfasilitasi kontingen dengan ruangan VIP di bandara sehingga semua kontingen bisa merasa nyaman," tambahhnya.

Sementara itu perenang Jendi Pangabean juga mengaku puas dengan perjalanan ini karena karena sangat cepat dan dapat melindungi para atlet dari ancaman terpapar COVID-19.

"Saya tentu sangat senang dengan fasilitas yang disiapkan oleh pemerintah dan NPC Indonesia karena dengan pelayanan seperti ini kita bisa terhindar dari kemungkinan terkena virus COVID-19," uja Jendi.

Kloter pertama kontingen Indonesia akan tiba di bandara Narita Jepang pada hari ini pukul 15.50 waktu setenpat.

Daftar Nama Kloter Pertama Kontingen Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020

Kloter pertama kontingen Indonesia yang akan menjalani pertandingan di ajang Paralimpiade Tokyo 2020 telah berangkat ke Jepang pada hari Senin 16 Agustus 2021. (Istimewa)
Kloter pertama kontingen Indonesia yang akan menjalani pertandingan di ajang Paralimpiade Tokyo 2020 telah berangkat ke Jepang pada hari Senin 16 Agustus 2021. (Istimewa)

Daftar Nama Kloter Pertama Kontingen Indonesia:

  • 1. M. Fadli (atlet para balap sepeda)

  • 2. David Jacobs (atlet para tenis meja)

  • 3. Adyos Astan (atlet para tenis meja)

  • 4. Komet Akbar (atlet para tenis meja)

  • 5. Syuci Indriani (atlet para renang)

  • 6. Jendi Pangabean (atlet para renang)

  • 7. Rima Ferdianto (pelatih para tenis meja/wasekjen NPC)

  • 8. Bayu Purba (pelatih para tenis meja)

  • 9. Fadilah (pelatih para balap sepeda)

  • 10. Slamet Djauhari (tim manager renang)

  • 11. Irfan Nurfianto (suporting tim)

Saksikan Video Pilihan Kami:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel