Paris Masters mulai di Bercy kendati Prancis lockdown

·Bacaan 3 menit

Paris (AFP) - Paris Masters berlangsung di Bercy Arena yang hampir kosong Senin di tengah lockdown virus corona kedua di Prancis di mana mantan juara Karen Khachanov tersingkir pada babak pertama.

Khachanov yang berasal dari Rusia dikalahkan 3-6, 2-6, 2-6 oleh petenis kualifikasi dari Spanyol Alejandro Davidovich Fokina.

Penyelenggara turnamen tadinya berharap bisa menyambut kedatangan 1.000 penonton setiap hari ke turnamen ini, tetapi kemudian harus mengembalikan tiket ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron pekan lalu mengumumkan Prancis akan menerapkan kembali lockdown.

Hadiah uang yang ditawarkan telah dipangkas lebih dari dua juta euro (Rp34 miliar) dari angka tahun lalu ketika Novak Djokovic menjuarai turnamen ini.

Di depan 15.000 kursi kosong, dengungan AC sering kali menjadi suara paling keras di lapangan utama, bahkan para pemain hanya membolehkan hadir dua anggota rombongannya yang biasanya besar.

Khachanov, satu-satunya mantan juara dalam undian itu setelah Djokovic absen, menyerah untuk mengakhiri musim yang mengecewakan. Tempat pertandingannya dipindahkan ke lapangan yang lebih kecil untuk menghindari para pemain tergelincir pada dini hari Selasa.

Marin Cilic dari Kroasia, juara AS Terbuka 2014, mencatat kemenangan mengesankan 6-0, 3-6, 6-3 atas petenis muda Kanada Felix Auger-Aliassime sehingga melaju ke babak kedua.

"Saya tidak menemukan performa terbaik saya musim ini, juga musim lalu, dibandingkan dengan beberapa tahun terakhir sebelumnya," kata Cilic yang turun ke peringkat 43 dunia.

"Saya akan mengatakan level tenis ini pasti bagus bagi kepercayaan diri saya. Saya merasa bahwa pertandingan ini berada pada level yang sangat tinggi."

Petenis veteran Spanyol Feliciano Lopez mempersiapkan pertandingan pada babak kedua dengan unggulan teratas Rafael Nadal yang kembali ke Paris hanya beberapa pekan setelah mengangkat rekor gelar Prancis Terbuka ke-13, dengan mengalahkan petenis Serbia Filip Krajinovic 7-6 (13/11), 6 -1.

Petenis berusia 39 tahun itu mengatakan para petenis harus menerima kenyataan tur mungkin belum kembali normal selama berbulan-bulan di mana gelombang virus kedua tengah menyapu seluruh Eropa.

"Kita harus menyadari situasi yang sedang dialami dunia ini dan bagaimana setiap orang menghadapi masa-masa sulit ini di seluruh dunia," kata Lopez.

"Untuk saat ini saya tidak melihat harapan pada hadiah uang. Saya kira itu untuk sementara waktu itu akan tetap sama."

Pablo Carreno Busta adalah petenis Spanyol lainnya yang melaju setelah mengalahkan petenis wildcard Hugo Gaston dengan 6-3, 6-2.

Carreno Busta sedang berusaha menuntaskan musim yang sangat baik dengan akhir tinggi setelah juga mencapai semifinal AS Terbuka dan delapan besar Roland Garros.

Namun dia mengatakan ini adalah tahun yang secara umum sulit setelah Tur ditutup selama lima bulan antara Maret dan Agustus karena pandemi Covid-19.

"Mungkin, ini musim tersulit dalam karir saya," kata petenis berperingkat 15 dunia itu.

"Saya tahu kami beruntung bisa terus bermain, tapi juga tidak mudah untuk 100 persen setiap pekan dalam situasi seperti ini."

Petenis Prancis Ugo Humbert mengalahkan petenis Norwegia Casper Ruud dalam tiga set dan akan menghadapi unggulan kedua Stefanos Tsitsipas pada Selasa. Kemenangan juga direngkuh oleh perempatfinalis AS Terbuka Alex de Minaur dan unggulan ke-15 dari Kroasia Borna Coric.

jc/mw