Parkir Mobil di Wilayah Ini Enggak Perlu Bayar

·Bacaan 1 menit

VIVAParkir menjadi salah satu masalah yang dihadapi oleh para pemilik mobil. Terbatasnya lahan membuat mereka harus mengeluarkan sejumlah biaya, supaya bisa menaruh kendaraannya.

Ini berlaku tidak hanya di gedung perkantoran atau pusat perbelanjaan, namun juga semua area parkir yang ada di sisi jalan. Besarannya mungkin tidak seberapa, namun jika dilakukan setiap hari jumlahnya jadi lumayan juga.

Apalagi dengan kondisi saat ini, di mana pengeluaran warga jadi lebih besar akibat adanya pandemi. Misalkan saja, per hari pemilik mobil harus mengeluarkan Rp15 ribu hanya untuk membayar parkir. Dalam sebulan, angkanya bisa mencapai Rp450 ribu.

Permasalah parkir tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga Malaysia. Hal ini menjadi sorotan pemerintah Kota Kuala Lumpur, yang kemudian memutuskan untuk membantu meringankan beban warganya.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Paultan, Jumat 2 Juli 2021, keputusan itu diumumkan oleh Menteri Wilayah Persekutuan, Annuar Musa.

Ia mengatakan, bahwa semua badan jalan yang selama ini dipergunakan untuk area parkir dan dipungut tarif oleh pemerintah kota, digratiskan hingga 31 Agustus.

Dengan begitu, para pemilik kendaraan tidak perlu mengeluarkan biaya parkir dan uangnya bisa digunakan untuk membeli kebutuhan keluarga.

Meski demikian, salah seorang pejabat kota mengatakan bahwa sampai saat ini wacana tersebut belum dibahas oleh pemerintah Kota Kuala Lumpur, sehingga ia belum bisa memberikan kepastian kapan berlakunya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel