Parkir Rp20 Ribu Hilang Tidak Ditanggung, Warganet: Meresahkan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Isu mengenai parkir kendaraan belakangan ini jadi sorotan masyarakat. Salah satunya yakni rencana pemerintah provinsi Bengkulu untuk menertibkan parkir liar.

Dari informasi resmi yang disampaikan Pemprov Bengkulu di laman mereka, disebutkan bahwa adanya pungutan biaya parkir di minimarket yang ada di wilayah tersebut merupakan tindakan ilegal.

Alasannya, pemiik usaha dua minimarket besar yang ada di area itu telah membayar retribusi parkir kepada Pemprov, sehingga pengunjung tidak perlu lagi membayar saat memarkir kendaraan mereka.

Kini, kasus mengenai parkir kembali viral di media sosial. Dikutip VIVA Otomotif dari laman @infocegatan_jogja, Rabu 2 Juni 2021, seorang warga Yogyakarta mengeluh saat harus membayar biaya parkir yang besarannya Rp20 ribu.

Warga bernama Rena itu bercerita, bahwa ia dibuat kaget saat melihat karcis yang sebelumnya diberikan oleh juru parkir di Jalan KH Ahmad Dahlan.

Jalan tersebut lokasinya tidak jauh dari Jalan Malioboro, yang belakangan ini juga viral karena harga makanan pecel lele.

“Pas dilihat nominal yg tertera pd kertas parkir utk mobil 20rb. Dsitu sy lgsg syok krn biasa kan cuma 5rb. Pdhl suami sy jg sudah mengatakan bahwa org jogja dan pakai mobil plat AB,” ujar Rena.

Warganet langsung membanjiri unggahan itu dengan beragam tanggapan, rata-rata mereka menyoroti ulah oknum juru parkir yang mengenakan tarif setinggi itu, tanpa ada jaminan tanggung jawab apabila ada barang yang rusak atau hilang.

“Meresahkan,” kata salah satu warganet.

Sementara itu, dikutip dari laman Instagram @dishubkotayogya, peristiwa itu sudah ditangani oleh Dinas Perhubungan Yogyakarta dan pelaku sudah diperiksa oleh petugas.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel