Parlemen Sri Lanka Pilih Sosok Presiden yang Dibenci Rakyat

Merdeka.com - Merdeka.com - Anggota parlemen Sri Lanka hari ini memilih mantan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe sebagai presiden baru. Keputusan ini tampaknya akan menuai kemarahan rakyat yang selama ini ingin dia juga mundur dari jabatannya.

Wickremesinghe, mantan enam kali perdana menteri dan orang dekat Presiden Gotabaya Rajapaksa--meraih suara mayoritas parlemen setelah pendahulunya itu kabur melarikan diri ke luar negeri di tengah demonstrasi warga akibat krisis ekonomi yang berlarut-larut hingga menyebabkan kebutuhan seperti bahan bakar, obat-obatan, dan makanan sulit didapat.

Laman CNN melaporkan, Rabu (20/7), Wickremesinghe meraup 134 dari 223 suara parlemen.

Dalam pidatonya seusai hasil pemungutan suara, Wickremesinghe mengatakan di tengah situasi negara yang terpecah kini saatnya untuk "bekerja bersama-sama."

Awal bulan ini demonstran membakar dan menduduki rumah kediaman Wickremesinghe untuk menggulingkan pemerintahan. Kejadian itu menjadi puncak kemarahan warga yang berunjuk rasa sejak Maret lalu.

Massa kemudian tampaknya meraih kemenangan setelah Rajapaksa melarikan diri ke luar negeri dan Wickremesinghe sebagai perdana menteri saat itu berjanji dia akan mundur demi terbentuknya pemerintahan yang bersatu.

Namun terpilihnya Wickremesinghe sebagai presiden bisa membuat situasi kembali memanas karena demonstran menilai dia sebagai bagian dari rezim Rajapaksa. Bahkan sebagian anggota partai berkuasa Podujana Peramuna mengatakan mereka tidak setuju sang perdana menteri itu menjadi presiden.

Saat pemungutan suara berlangsung, sekelompok kecil pengunjuk rasa berkumpul di depan kantor sekretarian presiden untuk menentang nominasi Wickremesinghe.

Senin lalu Wickremesinghe dalam wawancara dengan CNN mengatakan pemerintahan sebelumnya menutup-nutupi fakta bahwa Sri Lanka menghadapi krisis keuangan parah.

"Pemerintahan Rajapaksa tidak mengakui Sri Lanka bangkrut dan perlu bantuan IMF," kata dia. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel