Parlemen Thailand gelar pemungutan suara reformasi pasca penembakan enam demonstran

·Bacaan 2 menit

Bangkok (AFP) - Para demonstran pro demokrasi Thailand akan kembali ke jalan-jalan kota Bangkok pada Rabu sehari setelah enam dari mereka ditembak dengan peluru tajam pada saat para anggota parlemen bersiap menyalurkan suaranya untuk kemungkinan reformasi undang-undang dasar.

Sehari sebelumnya, dalam bentrokan paling keras sejak gerakan pro-demokrasi dimulai Juli, polisi menggunakan gas air mata dan meriam air terhadap demonstran.

Menurut para petugas medis, beberapa di antara kerumunan itu ditembak namun tidak jelas siapa yang melepaskan tembakan.

Bangkok selama berbulan-bulan diguncang unjuk rasa pimpinan kaum muda yang menuntut perombakan konstitusi dan pemecatan Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha yang mengambil alih kekuasaan lewat kudeta pada 2014.

Beberapa anggota gerakan demonstrasi juga menyerukan reformasi monarki yang merupakan topik yang dulunya tabu.

Pada Selasa, pada saat anggota parlemen memperdebatkan kemungkinan perubahan konstitusi yang disusun militer, para demonstran menerobos barikade polisi untuk mencapai parlemen sehingga memicu penggunaan gas air mata dan meriam air.

Lebih dari 50 orang terluka yang kebanyakan terkena gas air mata, kata Pusat Medis Darurat Erawan, ambulans dan layanan koordinasi medis yang menyebut enam orang ditembak.

Empat orang masih dirawat di rumah sakit.

Seorang juru bicara polisi Bangkok membantah petugas telah menggunakan peluru karet atau peluru tajam.

Asosiasi Pengacara Hak Asasi Manusia Thailand mengecam taktik polisi itu dengan menyebut hal itu "tidak sesuai dengan prosedur internasional dalam membubarkan demonstrasi".

Pada sidang dua hari, para anggota parlemen Thailand telah membahas berbagai proposal perubahan konstitusi yang sebagian besar mengecualikan reformasi monarki apa pun.

Satu proposal berusaha menggantikan Senat yang ditunjuk militer dengan anggota legislatif yang dipilih langsung oleh rakyat.

Dukungan Senatlah yang membuat Prayut tetap berkuasa setelah pemilu tahun lalu.

Parlemen diperkirakan menggelar pemungutan suara Rabu di mana amandemen akan diperdebatkan lebih jauh.

Pemungutan suara itu diperkirakan akan memakan waktu beberapa jam dan mungkin belum selesai pada saat demonstran berkumpul kembali di persimpangan utama di distrik perbelanjaan Bangkok, Ratchaprasong, pukul 16:00 (16.00 WIB).

"Kami akan membuka era baru dalam pertempuran kami," kata pemimpin terkemuka mahasiswa Parit "Penguin" Chiwarak kepada massa, semalam.

Kehadiran besar polisi sudah diperkirakan bakal terjadi.


bur-lpm/leg/jah