Parodi Eks Murid Eyang Subur Heboh di YouTube  

TEMPO.CO, Jakarta - Hebohnya perseteruan yang terjadi antara Eyang Subur dan mantan pengikutnya, Adi Bing Slamet dan kawan-kawan, ternyata menjadi inspirasi tersendiri bagi salah seorang pemuda bernama Hazen Mardial.

Berawal sekadar iseng-iseng, mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jakarta Selatan ini membuat sebuah musik remix berlatar kumpulan video konferensi pers Arya Wiguna, salah seorang mantan pengikut Eyang Subur. "Awalnya lagi nongkrong sama temen gue, pas lagi browsing di laptop, gue buka kumpulan video marahnya Aya Wiguna," kata Hazen kepada Tempo, Kamis, 25 April 2013. Tiba-tiba terpikir oleh Hazen untuk membuat remix. (baca: Eyang Subur, Konspirasi dan Pasal Santet)

"Tiba-tiba dapat ide. Sampai rumah gue remix-lah dan langsung di-upload," Hazen menjelaskan. Tidak lama setelah diunggah melalui channel YouTube TheMardial1 dan disebarkan melalui akun Twitter pribadinya, @_mardial_, video tersebut banyak mendapat tanggapan positif.

Salah satu yang berkomentar adalah vokalis band Naif, David Bayu. "Remix yang bangke banget, keren!" kicau David lewat akun Twitter-nya, @davidbayu. Video tersebut menjadi salah satu video parodi murid Eyang Subur yang banyak dilihat.

Sejak diunggah 18 April 2013, video yang diberi judul "Arya Wiguna-Jebakan Subur Remix" tersebut sampai pagi ini telah mengumpulkan 850 ribu viewer. Selain video remix milik Hazen Mardial, terdapat juga beberapa video lainnya yang ramai memparodikan kasus Eyang Subur, seperti "Parodi Dubbing Aya Wiguna" dengan film 300 dan video berjudul "Arya Wiguna: "Subuuurrr... Demi Tuhaaaann.....!!!".

NANDA HADIYANTI

Topik Terhangat:

Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Preman Yogya

Berita Terpopuler:

Lewat Twitter, SBY Umumkan Kenaikan BBM

Begini Cara Jenderal Djoko Cuci Uang

Rumah Susno Duadji di Bandung Dikepung

Bayern Hancurkan Barcelona 4-0

Uneg-uneg Perdana @SBYudhoyono

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.