Partai Aceh Bantah Kadernya Intimidasi Ulama

Banda Aceh (ANTARA) - Pengurus Partai Aceh membantah kadernya telah mengintimidasi dan mengancam seorang ulama yang juga pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Mudiniyah di Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

"Kami tegaskan bahwa kader Partai Aceh tidak pernah melakukan intimidasi dan ancaman terhadap Abuya Tgk H Syech Abdussalam Ghaliby, dan yang bersangkutan siap disumpah," kata Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Abdya Tgk Nazier saat memberikan klarifikasi di Blangpidie, Sabtu.

Dikatakan, mencuatnya persoalan antara kader Partai Aceh dengan ulama itu telah merugikan posisi partai dan mencoreng nilai-nilai "perjuangan" yang selama ini menjadi semboyan partai dalam rangka membuka diri kepada publik.

Dikatakan, Partai Aceh adalah partai yang terbuka dan tidak mentolerir adanya intimidasi serta kekerasan dalam rangka penegakan demokrasi.

Nazier menyebutkan, adanya kesalahpahaman dan menyatakan tidak pernah sama sekali adanya intimidasi maupun ancaman dalam pertemuan itu.

Ia juga menyebutkan, banyaknya upaya dari pihak tertentu yang mencoba mendiskreditkan posisi Partai Aceh dengan berbagai isu-isu yang dinilai memberikan pencitraan yang negatif.

"Kami sendiri mendapatkan banyak serangan dari berbagai pihak yang mencoba mendiskreditkan posisi Partai Aceh dengan berbagai isu yang negatif, seperti isu adanya upaya pengusiran terhadap suku dan etnis tertentu," ujarnya.

Untuk itu, ia berharap upaya provokasi yang seperti ini agar tidak sampai terjadi, demi menciptakan kondisi yang aman di daerah," tuturnya.

"Kami juga sudah mengingatkan kepada semua kader partai untuk tidak terpengaruh dengan upaya provokasi dari pihak-pihak tertentu yang mencoba memperkeruh suasana," ujarnya.

Sementara itu, Amir, salah seorang anggota Partai Aceh Abdya yang ikut memberikan klarifikasi menceritakan kronologis kejadian yang menurutnya telah dipolitisir oleh pihak tertentu, sehingga dianggap menimbulkan kekisruhan secara politik dan ikut menyeret dirinya serta partai dalam posisi yang negatif.

Amir juga mengaku siap diambil sumpah dengan Al Quran bahwa dirinya tidak pernah melakukan intimidasi dan ancaman terhadap Tgk H Syech Abdussalam Ghaliby yang menurutnya adalah salah seorang ulama terkemuka dan sangat dihormatinya.

Dikatakan, dengan munculnya pemberitaan tersebut dirinya saat ini merasa sangat tersudut, sehingga berkewajiban untuk memberikan klarifikasi agar tidak memunculkan polemik lain di masyarakat.

"Info dan isu yang menyebutkan adanya intimidasi maupun ancaman yang kami lakukan terhadap Abuya Abdussalam itu tidak benar, saya berani bersumpah dengan Al Quran di atas kepala, apalagi beliau masih bertetangga dengan saya, sehingga sangat mustahil rasanya bila saya melakukan seperti itu," ungkapnya.

Amir juga menceritakan bahwa kedatangan dirinya menemui Abuya Abdussalam pada saat itu juga ikut serta didampingi pengurus pesantren yang juga menantu dari Abuya dalam upaya menghindari munculnya fitnah dikemudian hari.

Namun, lanjutnya, nyatanya saat ini malah sudah berseleweran isu-isu yang negatif setelah pertemuan yang digambarkannya berlangsung sangat baik dan akrab.

"Saya menilai ada virus tertentu yang sudah mencoba menciptakan suasana menjadi seperti ini, namun bagi saya semua itu ada hikmahnya, karena saya berani bersumpah tidak pernah melakukan hal-hal seperti yang dituduhkan itu, dan saya sendiri sangat menghormati ulama dan juga merasa bertanggungjawab untuk membela nama baiknya," sebut Amir.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.