Partai Berkarya tetap solid menjelang Pemilu 2024

​​Partai Berkarya di bawah kepemimpinan Muchdi Purwoprandjono menyatakan kesolidannya, meski partai itu terancam tidak bisa mengikuti Pemilu 2024.

"Alhamdulillah kader Partai Berkarya di daerah sangat solid dan tidak terpengaruh berita-berita yang tidak benar," kata Ketua DPP Partai Berkarya Fauzan Rachmansyah, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin.

Fauzan mengatakan hal itu menanggapi pernyataan Sekjen Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang yang membebaskan kader partai untuk loncat ke partai lain.

Menurut Fauzan, ucapan Badaruddin tidak melambangkan jati diri sebagai kader Partai Berkarya.

Oleh karena itu, dia meminta seluruh kader partai tidak terpengaruh ucapan Badaruddin karena saat ini seluruh pengurus partai tengah fokus berjuang sekeras mungkin agar bisa mengikuti Pemilu 2024.

Fauzan pun optimistis Partai Berkarya masih punya kesempatan untuk berlaga di ajang lima tahunan tersebut.

"Saya rasa tidak akan ada kader Partai Berkarya yang akan loncat ke Partai lain, karena tahapan pendaftaran dan verifikasi Partai Politik oleh KPU masih akan berlangsung sampai dengan penetapan final, yang akan dilakukan KPU sampai dengan tanggal 14 Desember 2022 dan kesempatan Partai Berkarya ikut pemilu masih terbuka," paparnya.

Ketua Umum Angkatan Muda Partai Berkarya (AMPB) ini menegaskan, ucapan Badaruddin adalah ucapan yang sangat pragmatis, yang mencerminkan orang yang tidak mau berjuang dan bermental lemah.

"Jiwa dan visi kader Partai Berkarya di seluruh Indonesia tidak se pragmatis itu, bentar-bentar loncat Partai, ada ujian sedikit ngambek. Saya tidak tahu jika mungkin Pak Badar punya pemikiran se-pragmatis itu," katanya.

Fauzan menambahkan, saat ini Ketua Umum Partai Berkarya sedang membangun partai untuk jangka panjang.

"Yang dibangun oleh Ketua Umum kami bukan untuk Partai Berkarya 1-2 tahun ke depan, tapi untuk jangka panjang untuk kepentingan bangsa. Beliau selalu menekankan hidup harus sabar, harus optimis dan tidak lemah, apalagi sampai membuat kader didaerah bingung. Statement Pak Badar memang tidak melambangkan kader yang sesuai dengan cita-cita besar Partai Berkarya," kata Fauzan.

Sebelumnya, Sekjen Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang membebaskan anggota Partai Berkarya untuk pindah partai pada Pemilu 2024.

"Solusi yang ditawarkan untuk ikut Pemilu 2024 adalah bergabung pada partai yang memenuhi syarat untuk ikut pemilu, ada 24 parpol yang sementara berjuang untuk lolos melalui verifikasi administrasi dan faktual bisa menjadi pilihan. Silakan bergabung ke mereka dan tidak ada paksaan atau intimidasi apa pun," kata Badaruddin dalam siaran persnya, Minggu (28/8).

Badaruddin menyatakan tidak ada paksaan bagi mereka untuk bertahan di Berkarya atau bergeser ke partai tertentu. Hal itu tergantung kebutuhan dan keinginan masing-masing.

"Beberapa partai baru siap menampung di antaranya Partai Republik Satu, Garuda, PSI, PKN, Buruh dan lain-lain termasuk partai peserta Pemilu 2019 baik partai yang di parlemen maupun di luar parlemen. Komunikasi personal dengan pimpinan parpol tersebut sudah berjalan, tinggal masing-masing personal dan daerah menyesuaikan dan mengkomunikasikan kembali," ujarnya.

Baca juga: Sekjen Partai Berkarya tepis kisruh internal

Baca juga: Partai Berkarya daftarkan diri sebagai peserta Pemilu 2024

Baca juga: Partai Berkarya akan daftar ke KPU pada 12 Agustus 2022

Baca juga: Partai Berkarya belum daftar ke KPU karena masih kisruh internal