Partai Demokrat Cari Caleg Mandiri Finansial

Jakarta (ANTARA) - Politisi Partai Demokrat I Gede Pasek mengatakan, partainya mencari calon anggota legislatif yang mandiri secara finansial agar bisa membiayai dirinya dalam Pemilu Legislatif 2014.

"Kami memang mencari caleg yang mempunyai kemandirian di bidang finansial agar bisa membiayai dirinya, artinya jangan sampai nanti jabatan anggota DPR menjadi `job seeker` (pencari kerja)," katanya dalam diskusi politik katanya dalam diskusi politik yang bertajuk "Idealisme Parpol Dalam memilih Caleg Profesional" di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat.

Pasek juga mengatakan calon anggota legislatif (caleg) yang akan mendaftarkan diri ke partainya harus memiliki talenta di bidang politik.

Selain itu, dia mengatakan, caleg-caleg tersebut juga harus mempunyai elektabilitas dan popularitas yang tinggi, sehingga bisa dipilih oleh masyarakat.

"Kita memasang caleg, pasti yang memiliki kesempatan yang besar untuk lolos. Semua partai pasti berpikiran itu. Jadi tidak mungkin parpol memasang calon yang tidak disukai masyarakat," katanya.

Dia juga mengatakan pihaknya mendukung kembali Edy Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang akan mendaftarkan diri kembali menjadi calon legislatif, meski sebelumnya pada Kamis (14/2) mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat.

Pasek menilai Ibas masih memiliki elektabilitas yang tinggi.

"Biar masyarakat yang menguji. Silakan diuji nanti di dapil masing-masing, bukan kita yang menguji.

Dia meyakini masyarakat akan tetap mendukung Ibas pada Pileg 2014.

"Kami yakin jika beliau maju lagi, rakyat akan kembali memilih dia," katanya.


Sementara Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro menilai keputusan Ibas tersebut dinilai tidak tepat.

"Ini seperti mengolok-olok rakyat. Menurut saya, pemilu legislatif jangan dikompromikan," katanya.

Dia menilai caleg yang sebelumnya memiliki elektabilitas tinggi, belum tentu pada pileg berikutnya mengalami hal yang sama.

"Pemilu ini fluktuatif, naik turunnya tidak ada yang tahu. Tidak ada jaminan elektabilitas permanen seperti pemilu yang lalu," katanya.

Karena itu, dia berpendapat kondisi partai harus dibenahi karena sebagian besar masyarakat sudah jenuh dengan partai politik.

"Sudah saatnya parpol mendengarkan suara rakyat. Mereka sudah sangat jenuh jadi parpol tidak usah ribut sendiri," katanya.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.