Partai Demokrat dapat nomor urut 7 di Pemilu 2014

MERDEKA.COM,

Partai Demokrat mendapatkan nomor urut 7 dalam proses pengundian nomor urut peserta Pemilu 2014 yang dipimpin Ketua KPU Husni Kamil Manik.

Dalam rapat pleno terbuka pengambilan nomor urut peserta Pemilu 2014 di Gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta, Senin (14/1) Ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum hadir bersama sejumlah pengurus DPP seperti Waketum Max Sopacua, Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono, Wasekjen Saan Mustopa, Ketua Departemen Komunikasi Andi Nurpati, Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf. Mereka kompak mengenakan jas biru dengan logo partai yang didirikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Proses pengundian berlangsung dua kali. Pengundian pertama adalah untuk menentukan urutan partai yang akan mengambil nomor urut pada pengundian selanjutnya. Saat Sekjen Edhie Baskoro maju ke depan, dia mendapat amplop berisi nomor urut 7 untuk pengundian selanjutnya.

Pada proses pengundian nomor urut, Anas dan Ibas maju ke depan. Anas yang mengambil kotak nomor urut. Saat dibuka, nomor urut 7 akan menjadi nomor urut Partai Demokrat di Pemilu 2014.

Dalam Pemilu 2009, Partai Demokrat mendapat nomor urut 31. Partai Demokrat memenangkan pemilu dengan persentase suara 20.85 persen dan menempatkan 150 kadernya menjadi anggota DPR di Senayan.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan tidak mempermasalahkan berapa nomor urut yang akan didapatkan partainya.

"Dalam sejarah pemilu di Indonesia, keberhasilan parpol tidak ditentukan oleh berapa nomor urutnya," kata Anas.

Menurut Anas bagi parpol yang sudah dikenang tidak masalah mendapat nomor urut berapapun. Demokrat pun percaya diri sebagai partai besar. "Jadi, sesungguhnya semua nomor urut itu cantik dan cocok. Yang penting adalah dikenal, dipercaya dan diharapkan rakyat pemilih," pungkasnya.

Proses pengundian dihadiri ketua-ketua dan pengurus parpol. Beberapa ketua umum yang hadir adalah Aburizal Bakrie (Golkar), Hatta Rajasa (PAN), Muhaimin Iskandar (PKB), Suhardi (Gerindra), Patrice Rio Capella (NasDem), Luthfi Hasan Ishaaq (PKS) dan Wiranto (Hanura). Sedangkan Megawati diwakili oleh Sekjen Tjahjo Kumolo, demikian juga Suryadharma Ali diwakili Sekjen M Romahurmuziy.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.