Partai Demokrat Krisis Calon Presiden

TEMPO.CO, Jakarta- Lingkaran Survei Indonesia menengarai Partai Demokrat tidak akan lagi menjadi partai penguasa pada 2014 mendatang. Hal tersebut dikarenakan terus merosotnya dukungan terhadap partai pemenang Pemilu 2009 itu. Bukan hanya dukungan terhadap partai, dukungan terhadap tokoh yang digadang akan maju sebagai calon presiden dari Partai Demokrat pun sangat rendah.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan LSI pada 2 Juni hingga 11 Juni 2012, tidak ada figur dari Demokrat yang mendapat dukungan mencapai 20 persen. Ani Yudhoyono, yang dalam survei LSI menempati posisi pertama figur dari Demokrat, hanya mendapatkan dukungan sebanyak 12,6 persen. Posisi kedua ditempati Ketua umum Demokrat, Anas Urbaningrum yang hanya mendapat dukungan 4 persen.

Posisi ke tiga ditempati Andi Alifian Mallarangeng dengan dukungan 3,8 persen, disusul Soekarwo 3,3 persen, Djoko Suyanto 3,3 persen, dan Marzuki Alie 2,5 persen. "Demokrat kemungkinan hanya berpeluang mencalonkan wakil presiden," kata kata Adjie Alfaraby peneliti dari LSI dalam konferensi pers di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Ahad, 17 Juni 2012.

Tokoh yang mendapat dukungan kuat menjadi calon presiden adalah Megawati dengan jumlah dukungan 28,1 persen, disusul Prabowo 23,9 persen, dan Aburizal Bakrie 20.1 persen. Sementara Wiranto mendapat dukungan 12,9 persen, Sultan Hamengku Buwono X 13,3 persen, Jusuf Kalla 11 persen, Hatta Rajasa 8,1 persen, Surya Paloh 5 persen, Mahfud MD 4,5 persen, Dahlan Iskan 4,4 persen, dan Sri Mulyani 2,1 persen.

Selain krisis dukungan terhadap figur, dukungan terhadap partai Demokrat juga anjlok sejak Januari 2011. Pada saat itu, LSI merilis tingkat dukungan Demokrat sebesar 20,5 persen, jumlah tersebut turun menjadi 15,5 persen pada Juni 2011. Dukungan sempat naik pada Oktober 2011 menjadi 16,5 persen. Namun kembali menurun pada Januari 2012 menjadi 13,7 persen dan 11,3 persen pada Juni 2012.

"Penurunan diakibatkan oleh kasus-kasus yang menyandera Demokrat, seperti Wisma Atlet dan Hambalang. Dalam kasus itu, petinggi Demokrat sering disebut terlibat. Selain itu ada ketidakpuasan dari masyarakat terhadap kinerja dan kepemimpinan SBY," ujar dia.

Adjie memastikan survei yang dilakukan lembaganya bebas dari kepentingan partai mana pun. Menurut dia, survei yang dilakukan menggunakan validasi demografi yang dibandingkan dengan data dari Badan Pusat Statistik. "Survei dilakukan di seluruh provinsi dengan penyebaran responden disesuaikan populasi penduduk," katanya.

Adjie memaparkan, survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden 1200. Survei itu, Adjie melanjutkan, menggunakan kuesioner dengan metode wawancara tatap muka langsung. "Margin of error 2,9 persen. Survei juga dilengkapi riset kualitatif," katanya.

ANGGA SUKMA WIJAYA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.