Partai Gelora Jatim Road Show Rakorwil, Begini Agendanya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Surabaya - DPW Partai Gelora Jawa Timur menggelar konsolidasi internal dengan mengadakan road show Rakorwil (Rapat Koordinasi Wilayah).

Sekretaris DPW Gelora Jatim Misbakhul Munir menjelaskan, rakorwil diadakan di setiap dapil, mulai 2 Oktober 2021 hingga 30 Oktober 2021. Rapat Koordinasi yang diikuti seluruh pengurus DPD Kabupaten dan Kota dan Bakal Caleg ini dilaksanakan secara Hybrid atau kombinasi langsung dan daring.

"Berjuang bersama rakyat menjadi kata kunci isu Rakorwil. Demikian juga, kemakmuran menjadi salah satu misi Partai Gelora," tutur pria yang akrab disapa Gus Misbah itu, Minggu (3/10/2021).

Ketua DPW Partai Gelora Jatim Muhammad Sirot meminta kader Gelora menjadi bagian dari rakyat. Harus mampu mendengar denyut rintihan rakyat dan bergerak membantu mereka yang kesulitan.

Indonesia, terkhusus Jatim, lanjut Sirot, harus mampu menghapus penderitaan Rakyat dengan cara berjuang mengubah posisi Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju.

"Peningkatan pendapatan perkapita itu artinya setiap individu Rakyat Indonesia mengalami peningkatan kemakmuran. Ekonomi tumbuh, lapangan kerja terpenuhi, bisnis skala besar dan kecil (UMKM) tumbuh pesat," ujarnya.

Menurut mantan anggota DPRD Jatim tersebut, salah satu cara yang wajib dilakukan adalah ubah posisi Indonesia dari salah satu negara pengimpor terbesar di dunia menjadi negara pengekspor produk produk domestik, sehingga pendapatan negara berlipat lipat.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tolak Impor Kebutuhan Pokok

Sirot mengungkapkan, Partai Gelora berjuang sekuat tenaga menolak perlombaan impor yang dilakukan pemerintah saat ini. Baik impor beras, garam, kacang hijau, dan kebutuhan lainnya.

"Kita punya sumber daya yang luar biasa. Tak perlu beli produk-produk luar negeri jika pemerintah punya goodwill," tegas Sirot

Ia menilai masalahnya, kebijakan impor lebih karena kepentingan bagi-bagi jatah kue kekuasaan. Sebab, mereka yang selama ini menjadi tim sukses dan penyokong dana dalam pilpres dan pileg mendapatkan jatah impor, meskipun sebenarnya impor tersebut tidak diperlukan.

"Ini yang harus ditolak. Partai Gelora ingin pemerintah mendahulukan kepentingan 250 juta rakyat daripada kepentingan segelintir bandar dan petualang politik pemeras rakyat," pungkas Sirot.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel