Partai NasDem DKI temui Ahok

MERDEKA.COM, Sembilan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (NasDem) mendatangi Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kedatangan pengurus NasDem itu ingin menyampaikan saran dan rekomendasi untuk pembangunan DKI Jakarta.

Pertemuan berlangsung selama 45 menit. Pertemuan juga membahas mengenai kemungkinan adanya kebocoran APBD DKI Jakarta. Sebab selama ini belum ada sistem pengawasan online.

"Kami tadi mengusulkan supaya PAD DKI (pendapatan asli daerah) bisa ditingkatkan melalui sistem online," kata Ketua DPW Nasdem Armyn Gultom usai bertemu dengan Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (9/11).

Dia mencontohkan seperti pajak dari hiburan dan parkir. "Dan dia mengatakan itu sudah menjadi bagian program dan akan segera dilaksanakan paling tidak tahun depan perparkiran sudah tuntas hiburan sudah tuntas," jelas dia.

Dengan sistem online, jika selama ini ada penyelewengan dalam pajak maka akan ketahuan. Nantinya, orang yang akan makan dan minum yang dikenai pajak akan langsung otomatis masuk kas daerah.

Dalam pertemuan itu, ahok juga berpesan kepada pengurus NasDem DKI. "Pak Wakil Gubernur tadi mengatakan Partai Nasdem kalau ingin menang di DKI ya dekati rakyat dan bersatu dengan rakyat," ujar Armyn.

Di tempat yang sama, Ahok mengatakan jika ada yang berminat menjadi anggota DPRD DKI Jakarta, maka dimulai dengan menjadi pemerhati kebutuhan dan pelayanan warga Ibu Kota.

"Kalau bapak-bapak berminat menjadi anggota DPRD DKI, maka mulai sekarang bapak-bapak mulai menjadi pemerhati kebutuhan rakyat, pemerhati pelayanan publik," kata dia.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.