Partai-partai sayap kanan Israel bersatu tolak partai pinggiran

YERUSALEM (AP) - Partai agama-nasionalis di Israel, Rabu malam, bersatu menjelang pemilihan umum ketiga berturut-turut dalam satu tahun yang tak pernah terjadi sebelum ini.

Partai-partai itu bersatu setelah berminggu-minggu berebut dan membungkam partai bukan arus utama Partai Kuasa Yahudi yang menyatakan akan mengambil garis independen. Partai ini sudah mengambil langkah demikian pada pemilu sebelumnya dan tak menarik cukup suara untuk masuk Knesset.

Para calon utama Kuasa Yahudi untuk Knesset adalah para penerus almarhum rabi Meir Kahane, yang mendukung pemindahan paksa warga Palestina dan sebuah negara teokrasi Yahudi. Partai Kache Kahane dilarang parlemen Israel pada 1980-an, dan AS menggolongkan Liga Pertahanan Yahudi milik Kahane sebagai kelompok teroris.

Blok yang konstituennya warga religius Israel garis keras yang banyak dari mereka pemukim Tepi Barat itu terbelah oleh kaum tradisionalis yang cenderung mengikuti arahan kebijakan konservatif dari para rabi dan kubu lebih liberal pimpinan Menteri Pertahanan Naftali Bennett yang telah berusaha memperluas daya tarik partainya. Bennett akan memimpin serikat sayap kanan demi pemilu 2 Maret.

Bennett memisahkan diri dari Partai Rumah Yahudi karena berbeda pandangan yang kemudian membentuk partai Hak Baru yang gagal memenuhi ambang batas pemilu pada putaran pertama pemilu April. Untuk pemilu kedua pada September, partai-partai keagamaan-nasionalis bersatu di bawah satu panji, dengan tokoh garis keras yang populer dan mantan menteri kehakiman, Ayelet Shaked memimpin koalisi ini.

Israel akan menggelar pemilu untuk ketiga kalinya dalam jangka satu tahun pada Maret, setelah dua pemilihan sebelumnya berakhir tidak jelas, dengan tiada satu pun pemimpin partai yang bisa membentuk koalisi untuk memerintah.