Partai Persatuan Nasional Resmi Deklarasi

INILAH.COM, Jakarta - Partai Persatuan Nasional (PPN) hari ini resmi dideklarasikan. Partai ini didirikan oleh 12 tokoh partai politik.

Deklarasi Partai Persatuan Nasional dilakukan di Hotel Merlynn Park, Jakarta, Senin (20/6/2011). PPD merupakan partai yang didirikan oleh tokoh-tokoh dari 12 parpol yang tidak berhasil mendapatkan kursi di DPR pada pemilu lalu.

Menurut salah satu tokoh pendiri PPD, Eros Djarot, partai ini didirikan salah satu tujuannya adalah agar bisa lulus dari syarat verifikasi parpol yang diatur dalam UU No 2/2011 tentang Parpol.

"Jadi kalau PT 5 persen kami juga siap. Karena gabungan ini saja sudah lebih dari 5 persen," ucap Eros Djarot, Senin (20/6/2011).

Eros menjelaskan 12 tokoh yang bergabung adalah Oesman Sapta (Partai Persatuan Daerah), Japto Soerjosoemarno (Partai Patriot), Roy BB Janis (Partai Demokrasi Pembaruan), Sukarlan (Partai Penegak Demokrasi Indonesia).

Kemudian, Sulistyanto (Partai Pelopor), Imam Addaruqutni (Partai Matahari Bangsa), Roy Kening (Partai Kasih Demokrasi Indonesia), Budianto (Partai Indonesia Sejahtera), Dandoeng HS (Partai Pemuda Indonesia), Rambe Marojahan (Partai Kedaulatan), dan Hasanudin (Partai Merdeka).

Eros juga menepis kekhawatiran jika PPN bisa berumur singkat karena banyaknya unsur parpol yang ada di dalam partai ini. "Kan yang bergabung bukan partai, yang bergabung itu tokoh-tokoh partai. Ini karena di antara kami ada hubungan kebatinan kesamaan pandang ke depan," ucapnya.

Menurut Eros, partai ini sekaligus akan memberikan contoh ke pada masyarakat untuk bersatu. "Karena kesadaran kita tidak bisa menyejahterahkan rakyat kalau tidak bersatu, maka kita bersatu," katanya. [mah]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.