Partai vs Calon Independen

Pilkada DKI: Menerka Berkah Calon Perseorangan

VISTA-Partai politik mengaku masih belum terganggu dengan hadirnya calon perseorangan dalam Pilkada. “Biasa saja,” kata Indra Jaya Piliang, Ketua Dewan Pelaksana Badan Penelitian dan Pengembangan Partai Golkar.

Bahkan, mantan peneliti pada Center for Strategic and International Studies (CSIS) ini belum melihat kehadiran calon independen sebagai lawan yang merisaukan. “Gak ada masalah,” kata Indra. Sebab bagi dia, yang terpenting dalam Pilkada itu adalah kerja kandidat dan timnya dalam menarik suara pemilih. Bukan soal independen atau tidak.

Sejumlah warga yang diwawancarai juga sepandapat dengan Indra. Nela Saweango, warga Jakarta Pusat, misalnya. Dia tidak peduli calon berasal dari partai atau jalur perorangan. Bagi karyawan bank swasta ini, “yang penting pluralis, karena Jakarta sebagai miniaturnya Indonesia. Segala budaya etnis ada di Jakarta. Jadi kalo gubernur gak plural, bisa ancur Jakarta.”

Nela pun punya kriteria sendiri.  Yakni, “pro warga, pluralis, dan pancasilais.” Karena itu, dia punya pilihan: “Paling masuk kriteria itu Jokowi (Joko Widodo).”

Begitu juga dengan Maimunah, ibu rumah tangga yang tinggal di Jakarta Barat. “Yang kenal cuman Fauzi Bowo. Lagian dia orang Betawi,” tuturnya. Dua calon independen yang disebutkan, diakui tidak dikenal.

Namun ada juga warga yang peduli dengan calon independen, seperti Uli Pangaribuan, Warga Pal Meriam, Jakarta Timur. “Saya peduli. Karena itu saya pilih Faisal-Biem,” ujarnya.

Alasan dia, penampilan pasangan tersebut sederhana. Selain itu, “soal program keamanan dan kenyamanan untuk perempuan. Karena saya perempuan.”

Sementara warga lain yang belum punya calon tertentu berharap pada programnya. “Siapapun yang jadi gubernur harapan saya Jakarta jangan macet. Sudah semrawut Jakarta soalnya. Jakarta sudah aduh pusing kita,” kata M Zaenul, warga Betawi dari Kenari, Jakarta Pusat.

Begitu juga dengan harapan Dawami, warga Pulogadung, Jakarta Timur. Bagi dia yang penting, “harus mengabdi pada masyarakat Jakarta, harus bersih, dan damai.”

Para pejabat baru itu kelak, bisa menyelesaikan masalah masyarakat Jakarta. Kayak kemacetan, pendidikan harus terjamin, pendidikan gratis, kesehatan, kerukunan, perdamaian. “Itu perlu dilakukan.”

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat