Partikel Hantu Terdeteksi dari Bintang yang Tercabik Lubang Hitam

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebuah bintang yang tercabik-cabik saat berada terlalu dekat lubang hitam telah membuat para ilmuwan mendeteksi neutrino berenergi tinggi atau partikel hantu yang terlempar ke luar angkasa.

"Asal usul neutrino kosmik berenergi tinggi tidak diketahui, terutama karena mereka sangat sulit dijabarkan," kata Astrofisikawan Sjoert van Velzen dari University of Leiden, Belanda, seperti dikutip dari situs Science Alert, Rabu, 24 Februari 2021.

Baca: Gambar Ini Terlihat Indah, Aslinya Mengerikan

Menurutnya, hasil pengamatan ini akan menjadi kedua kalinya neutrino berenergi tinggi telah terdeteksi. Menangkap kematian bintang di dekat lubang hitam cukup langka, tetapi ilmuwan telah melihatnya cukup sering untuk mengetahui secara kasar bagaimana proses ini terjadi.

Sebuah bintang yang mendekatinya terjerat oleh gravitasi lubang hitam. Gaya pasang lubang hitam yang sangat besar diawali dengan peregangan, dan kemudian menarik bintang begitu kuat hingga tercabik-cabik.

Peristiwa gangguan pasang surut (Tidal Disruption Event/TDE) ini melepaskan kilauan cahaya yang cemerlang, bersinar terang saat setengah dari puing-puing bintang yang hancur berputar di sekitar lubang hitam, menghasilkan panas yang sangat besar sebelum ditarik ke luar cakrawala peristiwa.

Separuh puing lainnya terhempas ke luar angkasa. Suar dan cahaya itu teramati dari Bumi pada 9 April 2019. Peristiwa yang disebut AT2019dsg itu dipancarkan oleh lubang hitam supermasif yang berukuran 30 juta kali massa Matahari dari jarak 750 juta tahun cahaya.

Penampakannya berkobar cemerlang di optik dan spektrum X-ray, yang kemudian terdeteksi di spektrum radio. Kurang dari enam bulan kemudian, pada 1 Oktober 2019, deteksi lain tertangkap oleh detektor neutrino Ice Cube di Antartika, salah satu neutrino energi tertinggi yang berhasil ditangkap, disebut IC191001A.

Massa neutrino hampir nol. Mereka bergerak dengan kecepatan mendekati cahaya, dan mereka tidak benar-benar berinteraksi dengan materi normal. Inilah mengapa mereka dijuluki partikel hantu.

Meski begitu, bukan berarti mereka tidak dapat berinteraksi dengan materi, dan begitulah cara Ice Cube mendeteksinya. Sesekali, neutrino dapat berinteraksi dengan es dan menciptakan kilatan cahaya. Dengan detektor yang dipasang jauh ke dalam kegelapan di es Antartika di mana kilatan itu benar-benar terlihat mendominasi.

Berdasarkan karakteristik partikel hantu, seperti bagaimana cahaya merambat dan seberapa terang itu, para ilmuwan jadi mengetahui seberapa energik neutrino itu dan arah dari mana datangnya.