Pasang Spanduk Tolak G20 Bali, 7 Mahasiswa Universitas Udayana Ditangkap

Merdeka.com - Merdeka.com - Tujuh mahasiswa diamankan petugas Satpol PP karena melakukan aksi demonstrasi menolak pelaksanaan KTT G20 di Bali, Selasa (15/11). Para mahasiswa itu diketahui dari Universitas Udayana (Unud) Bali dan melakukan aksi damai di depan umum di Jalan Sudirman, Denpasar, Bali.

Kepala Satpol PP Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengatakan, para mahasiswa itu melakukan aksi dengan membentangkan spanduk bertuliskan 'G20 Ngae Ribet Nak Bali, G20 Bukan Solusi' yang artinya G20 bikin ribet orang Bali dan juga ada bertuliskan 'Indonesia People's Assembly.'

"Aksi damai menyampaikan aspirasi di depan umum membentangkan spanduk. Ada 7 mahasiswa (dari) Universitas Udayana," kata Dharmadi saat dihubungi, Selasa (15/11).

Satu Mahasiswa Dibawa ke Rumah Sakit

Menurut dia, satu mahasiswa dibawa ke rumah sakit karena demam setelah beraksi saat hujan. Namun ke tujuh mahasiswa tersebut sudah dipulangkan setelah diminta identitas dan diberikan arahan agar tidak melakukan aksi di depan umum. Karena aksi tersebut juga dapat laporan masyarakat yang tidak terima mengataskan nama Bali.

"Sudah dipulangkan datanya kita sudah simpan dan kita berikan arahan. Sementara aksinya disampaikan melalui digital saja, jangan menyampaikan demo di depan umum sehingga tidak menggangu ketertiban. Karena yang dilakukan kan di pinggir jalan," ujar dia.

Dia juga menyebutkan bahwa pihaknya meminta data pribadi atau KTP para mahasiswa itu untuk dicatat karena harus dilaporkan. Sehingga, adanya perhelatan KTT G20 tidak ditunggangi.

"Kita catat, kita buatkan laporan. Karena ini harus dilaporkan, perhelatan KTT G20 hati-hati jangan sampai ditunggangi dan juga jangan sampai ada kontraproduktif dari beberapa masyarakat mengatasnamakan Nak Bali. Setahu saya sebagai besar Nak Bali sangat mengapresiasi kegiatan G20. Makanya kami dapat laporan dari masyarakat, karena keberatan aksi itu," tandasnya.

[gil]