Pasang Timer di Toilet Karyawan, Perusahaan Ini Banjir Kecaman Warganet

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Tiongkok - Pergi ke toilet menjadi kebutuhan setiap individu. Ketika berada dalam toilet, seseorang tentu tidak bisa memastikan berapa lama waktu yang dihabiskan di dalam bilik sesuai dengan kebutuhannya.

Untuk itu, sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di Beijing, Kuaishou, Tiongkok, memutuskan untuk memantau penggunaan toilet bagi seluruh karyawannya. Melansir dari Oddity Central, Rabu (4/11/2020), perusahaan itu bahkan sengaja memasang timer (pengatur waktu digital) di atas toilet karyawannya.

Dalam foto yang beredar, terlihat setiap bilik toilet di kantor itu terpasang timer yang tergantung dan sensor kecil yang dipasang di pintu bilik untuk memicu timer.

Tuai Perdebatan Warganet

(odditycentral.com)
(odditycentral.com)

Peraturan tak biasa tersebut membuat publik, khususnya para pengguna jejaring sosial Tiongkok yang mengecam perusahaan itu karena memantau dan mengatur waktu pekerjanya di toilet untuk meningkatkan produktivitas dan keuntungannya.

Ada pula warganet yang menyebut bahwa apa yang dilakukan perusahaan itu sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan privasi.

Sementara itu, ada juga warganet yang membela perusahaan dan mengatakan bahwa beberapa karyawan seringkali menyalahgunakannya toilet untuk berlama-lama menggunakan ponsel mereka.

Penjelasan Perusahaan

Munculnya perdebatan di medsos, membuat Kuaishou memberikan penjelasan melalui siaran pers resminya.

Dalam keterangannya, perusahaan itu mengklaim bahwa perhitungan waktu tidak dimaksudkan untuk membatasi penggunaan toilet karyawan, melainkan sebagai solusi untuk masalah kekurangan toilet yang serius.

Gedung Perkantoran Kekurangan Toilet

Gedung perkantoran itu dilaporkan kekurangan toilet, dan karena tata letaknya, fasilitas baru tidak dapat dibangun.

Perusahaan mengatakan memutuskan untuk memasang timer, yang juga berfungsi sebagai penghitung untuk melihat berapa banyak orang yang menggunakan bilik dan untuk berapa lama. Itu juga untuk menentukan berapa banyak toilet portable yang perlu dipasang untuk menampung stafnya.

Pemantauan Penggunaan Toilet Belum Ada di Tiongkok

Meski penjelasannya masuk akal, tapi banyak warganet tidak yakin dan mengklaim bahwa perusahaan hanya tertarik untuk meningkatkan keuntungannya dengan cara apa pun yang diperlukan.

Pemantauan penggunaan toilet karyawan sebelumnya tidak pernah terdengar di Tiongkok. Apple Daily yang berbasis di Hong Kong melaporkan bahwa satu perusahaan di Shanghai membatasi penggunaan toilet karyawan hingga total 10 menit setiap hari. Sementara yang lain memantau berapa banyak waktu yang dihabiskan di dalam toilet.