Pasangan Mesum Dinikahkan

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Zainal Arifin

TRIBUNNEWS.COM,  BANDA ACEH – Praktik pernikahan terhadap pasangan yang tertangkap mesum atau karena kedapatan berzina, memang kerap terjadi di tengah masyarakat Aceh. Namun ternyata tidak semua pernikahan itu sah.

“Kalau pasangan itu menikah dalam keadaan terancam, bisa saja karena ada unsur pemaksaan dari massa, maka pernikahan itu tidak sah,” kata Tgk H Faisal Ali, Ketua PW NU dan Sekjen Huda Aceh, saat mengisi pengajian rutin dengan tema “Bolehkah Menikahkan Pasangan Tertangkap Mesum?” di Rumoh Aceh, Jeulingke, Banda Aceh, Rabu (7/3/2012) malam tadi.

Pria yang akrab disapa Lem Faisal ini menyatakan, hampir semua pernikahan pasangan yang tertangkap mesum, berlangsung di bawah ancaman. “Mungkin dalam beberapa kasus memang tidak ada kata-kata ancaman dari massa, tapi kehadiran massa ke arena pernikahan merupakan sebuah bentuk intervensi tak langsung,” ungkap pimpinan Dayah Al-Aziziyah, Sibreh, Aceh Besar ini.

“Mungkin si laki-laki itu belum benar-benar siap, tapi dia tidak berani membantah, karena pasti akan jadi bulan-bulanan massa,” imbuhnya.

Karena itu, Tgk H Faisal Ali mengimbau kepada masyarakat yang menangkap pasangan mesum atau berzina, agar tidak buru-buru menikahkan pasangan itu.

“Sebaiknya serahkan dulu kepada WH untuk mendapatkan pembinaan selama beberapa hari, baru kemudian dinikahkan. Agar pasangan ini benar-benar siap. Sehingga kita tidak melupakan inti daripada tujuan disyariatkan pernikahan,” kata pria yang juga menjabat Sekretaris Komisi Fatwa MPU Aceh ini.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.