Pasangan Positif COVID-19, Begini Cara Aman Merawat di Rumah

Rochimawati

VIVA – Pandemi COVID-19 masih melanda dunia, dan hingga kini vaksin virus yang telah menewaskan jutaan orang ini belum juga ditemukan. Padahal saat ini Anda harus mengikuti protokol kesehatan agar terhindari dari virus corona. Tetap berada di rumah, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan, adalah aturan yang harus dilakukan. 

Lalu bagaimana, jika ternyata pasangan Anda malah terkena virus corona? Apa yang harus dilakukan. Tentunya Anda harus menggandakan tindakan pencegahan untuk memantau penyakit mereka dan menjaga diri Anda tetap aman.

Jaga jarak 

Salah satu hal terberat dalam merawat orang yang dicintai dengan COVID-19 adalah bahwa Anda wajib menjauhi mereka demi keselamatan diri sendiri dan orang lain. 

"Sayangnya, hal terbaik yang harus dilakukan jika seorang anggota keluarga jatuh sakit saat berada di rumah adalah mengkarantina orang itu," kata Dr. Darshan Shah, seorang ahli bedah dan pendiri / CEO dari Next Health, dilansir dari Elite Daily

Ini juga berlaku untuk pasangan Anda. Jika mereka dinyatakan memiliki COVID-19, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan untuk memanggil dokter untuk menjelaskan gejala mereka dan mendapatkan nasihat medis, daripada pergi ke rumah sakit secara langsung. 

Hal ini membatasi kemungkinan mereka bisa menyebarkan virus ke orang lain. CDC mencatat bahwa sebagian besar kasus ringan dan dapat dikelola dengan aman apabila berada di rumah. Jika pasangan Anda sakit, segera ambil tindakan untuk mengisolasinya sebanyak mungkin. 

"Pasangan yang sakit harus tetap dikarantina, tinggal di ruangan terpisah, dan mengenakan masker," kata Dr. Shah. 

Ia menambahkan, "Semua yang mereka sentuh harus didesinfeksi, dan mereka harus menggunakan kamar mandi terpisah yang khusus untuk mereka." Jika Anda harus berbagi kamar mandi, pastikan itu benar-benar didesinfeksi setelah setiap kali digunakan.

Pantau kondisi 

Apabila Anda sendiri yang merawat pasangan, Anda harus bertanggung jawab untuk memantau kondisi mereka. 

Vincent Racaniello, Ph.D., Profesor Higbi Mikrobiologi & Imunologi di Universitas Columbia, menjelaskan bagaimana melakukan ini. 

"Pastikan mereka memiliki banyak cairan dan istirahat. Pantau suhu mereka setiap hari. Jika menjadi tinggi, hubungi dokter. Jika mereka kesulitan bernapas - pertanda COVID-19 semakin buruk - hubungi dokter.” kata dia. 

Pastikan memiliki masker dan sarung tangan untuk diri Anda sendiri, gunakan itu, dan saat masuk ke ruang isolasi untuk menemui pasangan gunakan alat pelindung.

"Anda dapat memberikan dukungan dengan memastikan mereka memiliki makanan, obat-obatan, dan air, tetapi berikan tanpa kontak langsung," saran Dr. Shah. 

Kemudian, cuci pakaian Anda segera setelah keluar dari ruang isolasi.

Kemungkinan terpapar

Jika pasangan Anda dites positif COVID-19, dan hidup bersama Anda, artinya Anda telah terpapar virus tersebut. Bahkan jika mereka belum diuji tetapi menunjukkan semua gejala, lanjutkan seolah-olah Anda telah terpapar dan ekstra hati-hati untuk mengisolasi diri sendiri dari orang lain. 

"Anda harus berasumsi bahwa  mungkin memiliki virus juga.Harus mengindari semua kontak ssoaial dan perhatikan gejalanya dengan cermat," kata Dr. Shah. 

Seperti gejala, demam, batuk, sesak napas, dan kelelahan, antara lain. Jika harus benar-benar pergi ke luar (untuk mendapatkan bahan makanan, lebih banyak alat pelindung, atau obat-obatan), Dr. Racaniello mengatakan untuk mengenakan masker wajah dan membawa banyak pembersih tangan sehingga Anda tidak akan mencemari permukaan publik mana pun.

Jangan jauhkan pasangan 

Sulit untuk merasa seperti Anda menjauhkan diri dari pasangan ketika mereka membutuhkan dukungan lebih dari sebelumnya. Tetapi ada beberapa cara untuk menunjukkan cinta tanpa secara fisik dekat dengan seseorang, dan strategi-strategi ini dapat membuat Anda melalui waktu ini bersama.

"Dukungan tidak harus datang melalui sentuhan fisik," kata psikolog klinis Dr. Josh Klapow kepada Elite Daily. "Kami memiliki dunia teknologi luar biasa yang memungkinkan kami untuk tetap terhubung seperti yang dibayangkan." 

Anda masih dapat menjadwalkan  video call dan panggilan telepon biasa, bahkan ketika Anda hanya tinggal satu atau dua kamar yang terpisah satu sama lain.

"Biarkan pasangan Anda tahu bahwa meskipun ini sulit bagi mereka, Anda selalu menjadi obrolan teks atau video, dan Anda peduli tentang mereka," kata Dr. Klapow. 

Hal ini juga membantu pasangan, tergantung pada bagaimana perasaan mereka, menyusun waktu mereka sehingga isolasi menciptakan lebih sedikit stres.

Terkurung dalam karantina bisa sangat membosankan, dan jika pasangan Anda baik-baik saja, mereka mungkin menyukai gangguan yang menyenangkan. Pertimbangkan merencanakan kencan kreatif melalui alat komunikasi.