Pasar Kripto Indonesia Dinilai Potensial, Tapi Butuh Kerja Keras

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Kala Coin selaku pelaku aset kripto karya anak bangsa siap untuk hadir dan meramaikan bursa kripto dunia. Chief Technology Officer (CTO) Kala Coin Helmi Andito menuturkan, pihaknya masih sangat optimis mampu memberikan warna berbeda bagi pasar kripto Indonesia dan dunia.

Menurut dia, market Indonesia di mata dunia dianggap sebagai potensial, karena pengguna kripto di Tanah Air masih sangat kecil jika berbanding total penduduknya.

"Hanya memang dibutuhkan kerja keras terutama dari segi pengenalan market kripto," ujar Helmi dalam keterangan pers, Senin (1/11/2021).

Optimisme aset kripto merajai pasar juga didorong oleh rencana pemerintah membentuk bursa kripto nasional. Langkah itu diharapkan mendorong pasar kripto nasional mampu bersaing secara global.

"Kripto harus bisa menjadi komoditas yang setara seperti emas dan komoditi lainnya," tutur dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Ekspansi

(Foto:@Treasury)
(Foto:@Treasury)

Tercatat, Kala Coin baru saja mulai melakukan ekspansi ke market Internasional dengan berkolaborasi para influencer digital. Menurut Aman Matasulu, Founder Kala Coin meyakini bahwa Kala siap untuk melakukan expansi ke Market Global.

“Goal kami sederhana, yaitu menjadi token yang mampu menghidupkan komunitas, terutama Indonesia, dan membuktikan ke Dunia, bahwa putra/putri Ibu Pertiwi juga bisa untuk bersaing di kancah global dalam dunia cryptocurrency,” tuturnya.

Dengan berfokus pada projectnya, ia menambahkan, Kala Coin berharap mampu memberikan nilai keunikannya di pasar kripto internasional menjadi koin yang mengutamakan utilities.

"Bahkan hero project kami yaitu NFT Marketplace diprediksi akan hadir pada bulan Januari 2022," ujar dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel