Pasar mobil diperkirakan tetap tumbuh, kuartal I bakal lebih baik

Ahmad Buchori
·Bacaan 2 menit

Pasar dan penjualan mobil di Tanah Air diperkirakan masih tumbuh pada kuartal I tahun ini, lebih baik dibandingkan kuartal IV 2020.

“Kami optimistis pasar mobil secara nasional lebih baik dari kuartal IV tahun lalu, karena indikator ekonomi juga membaik dan kepercayaan konsumen naik,” kata Wakil Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto kepada Antara, di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan sejak kuartal III seiring membaiknya ekonomi Indonesia yang terpukul akibat pandemi COVID-19, pasar mobil Indonesia juga tumbuh dibanding kuartal II 2020 dan terus membaik sampai kuartal IV 2020.

Toyota Indonesia sebagai pemimpin pasar dan barometer penjualan mobil di Indonesia, contohnya, mengalami pertumbuhan penjualan penjualan sejak kuartal III dibanding kuartal II saat awal pandemi. Pada kuartal III penjualan mobil Toyota mencapai 35.111 unit naik dibandingkan kuartal II yang hanya 26.366 unit.

Pada Oktober dan November 2020 penjualan Toyota juga terus meningkat dibanding rata-rata bulan sebelumnya di kuartal III, yaitu 13.466 dan 17.908 unit, sehingga total penjualan Toyota saja pada Januari-November mencapai 159.450 unit.

Henry mengatakan bahkan penjualan mobil Desember juga terus membaik dibanding November 2020. Namun ia tidak mau menyembut angka persis karena masih dalam perhitungan.

“Kemungkinan penjualan mobil secara nasional (untuk semua merek) tahun 2020 hanya mencapai 560.000 unit turun tajam dibandingkan 2019 yang mencapai di atas satu juta unit,” kata Henry.

Namun ia optimistis pada 2021 akan lebih baik bagi kinerja industri dan pasar mobil secara nasional, karena tidak hanya indikator makro ekonomi Indonesia yang membaik, tapi juga kinerja industri manufaktur nasional juga perlahan meningkat, harga komoditas pertanian/perkebunan naik, dan kepercayaan konsumen bertambah karena sudah lebih paham bagaimana menangani pandemi, serta keberadaan vaksin yang memberi harapan baru.

“Leasing juga mulai pulih. Leasing sangat penting bagi industri otomotif karena penjualan mobil sebagian besar masih kredit,” katanya.

Oleh karena itu Henry memperkiran kuartal I 2021 penjualan mobil tumbuh dibanding kuartal IV 2021. “Tetap turun dibandingkan periode yang sama 2020, tapi penurunannya lebih rendah dari 46 persen,” katanya.

Baca juga: TAM: Orang masih ingin beli kendaraan meski di tengah pandemi

Baca juga: Toyota masih enggan bawa Rav4 ke Indonesia

Baca juga: Kendaraan "seven seaters" masih dicintai masyarakat Indonesia

Baca juga: Toyota nilai komponen lokal antisipasi keterlambatan pasokan China