Pasar Properti Yang Semakin Kreatif Dimasa Pandemi

1 / 1

Developer Ini Prediksi Pendapatan di Kuartal I-2020 Turun Hingga 25%

RumahComSeiring berkembangnya teknologi membuat beberapa orang yang ingin mencari sebuah properti hunian untuk dirinya menjadi lebih kritis dalam melakukan penacrian. Hal tersebut membuat beberapa pengembang properti di Indonesia saat ini mulai memutar pikiran untuk memasarkan produk terbaiknya dengan cara yang modern pula.

Direktur ERA Indonesia Aan Andriani mengatakan bahwa perilaku konsumen saat ini lebih kritis dalam membandingkan produk properti sebelum memutuskan untuk membelinya.

Ia mengatakan bahwa konsumen saat ini cenderung lebih tanggap dan kritis dalam segala aspek untuk mencari hunian idaman mereka. Berbagai pertanyaan seputar properti idaman mereka pun mulai sering dilontarkan kepada para pengembang. Dengan kecenderungan perilaku seperti itu, kata Aan, agen properti selalu akan merekomendasikan proyek yang memang berkualitas, berkredibilitas, dan berkonsep demi terpenuhinya keinginan konsumen.

Kendati demikian, hadirnya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia juga telah memberikan dampak terhadap penjualan daripada sektor properti. Baik itu properti hunian hingga properti lainnya, Aan juga mengakui jika penurunan penjualan terutama di Jabodetabek benar adanya. Hanya saja, penurunan penjualan tersebut bukan berarti tak ada peluang. 

“Tetap ada peluang, terlebih beli properti sekarang harganya menurun dalam artian dapat diskon. Selain itu, fleksibel dari jangka waktu pembayaran,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Co-Founder of Cava Properti Reynolds Darmadi menyatakan bahwa permintaan pasar properti pada kondisi sekarang lebih mengarah ke subsektor residensial dengan harga di bawah Rp1 miliar.

Ia juga menambahkan, permintaan properti memang melemah apalagi sejak adanya pembatasan sosial berskala besar. Hanya saja, lambat laun permintaan rumah sedikit mengalami peningkatan. 

Hal ini terjadi mengingat rumah merupakan kebutuhan pokok dan tak bisa ditunda khususnya bagi pasangan muda yang dari tahun sebelumnya telah mempersiapkan dana untuk membeli rumah idaman. 

“Calon pembeli juga tahu bahwa sekarang adalah saat yang tepat [membeli rumah]. Sementara developer berlomba-lomba mengakomodasi calon pembeli dengan diskon atau cara bayar fleksibel yang mungkin belum pernah ditawarkan sebelumnya,” katanya.

Lagi pula, kata Reynolds, calon konsumen juga saat ini tak mengalami kendala dalam pencarian properti mengingat maraknya pemasaran secara digital. Saat ini, pengembang lebih mudah, cepat, dan efisien dalam penyampaian informasi ke konsumen meskipun tak bertatap muka secara langsung. 

Terlebih, sebagian pengembang juga menyediakan media tur virtual untuk memperkenalkan produknya ke calon konsumen di tengah terbatasnya sarana pemasaran secara konvesional.

Namun disaat seperti pandemi ini membuat beberapa pengembang ikut memutar otak untuk memasarkan produknya, ada beberapa dari pengembang yang menggunakan virtual reality untuk para konsumennya agar lebih mudah melihat properti yang mereka inginkan. Sementara itu ada juga pengembang yang memberikan fasilitas home delivery untuk para konsumen yang ingin melihat contoh dari mockup hunian yang mereka inginkan.

Sumber: Bisnis.com

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.