Pasar saham Aussie alami sesi terburuk dalam 4 bulan

Ahmad Buchori
·Bacaan 1 menit

Pasar saham Australia ditutup turun tajam pada Kamis dan mencatatkan sesi perdagangan terburuk sejak akhir September 2020.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 130,90 poin atau 1,93 persen menjadi 6.649,70, sedangkan indeks All Ordinaries turun 142,60 poin atau 2,02 persen menjadi 6.917,60.

"Ini mengikuti penurunan 2,5 persen di bursa AS semalam, penurunan harian terburuk S&P 200 sejak Oktober 2020," kata analis pasar CommSec Steven Daghlian.

"The Wall Street Journal mengaitkan ini dengan penundaan distribusi vaksin COVID di Amerika Serikat."

Dengan pengecualian utilitas pertahanan, semua sektor lainnya turun tajam di bursa lokal, dengan saham teknologi terpukul paling parah, turun 4,76 persen.

Di sektor keuangan, bank-bank besar terpuruk dengan Commonwealth Bank turun 1,69 persen, National Australia Bank turun 1,24 persen, Westpac Bank turun 0,92 persen dan ANZ turun 1,34 persen.

Saham pertambangan anjlok dengan BHP turun 1,71 persen, Rio Tinto turun 2,86 persen, Fortescue Metals turun 4,01 persen, dan penambang emas Newcrest turun 2,84 persen.

Produsen minyak dan gas negara itu merosot dengan Oil Search turun 3,85 persen, Santos turun 1,90 persen dan Woodside Petroleum turun 1,68 persen.

Supermarket terbesar di Australia turun dengan Coles turun 1,95 persen, dan Woolworths turun 2,08 persen.

Sementara itu, raksasa telekomunikasi Telstra merosot 1,27 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas merosot 1,73 persen dan perusahaan biomedis CSL anjlok 3,02 persen.