Pasar saham Australia catat pekan terburuk sejak Oktober 2020

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 1 menit

Pasar saham Australia tergelincir untuk hari ketiga berturut-turut pada Jumat dan mencatat kinerja mingguan terburuk sejak akhir Oktober 2020.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 42,30 poin atau 0,64 persen menjadi 6.607,40, sedangkan indeks All Ordinaries turun 46,70 poin atau 0,68 persen menjadi 6.870,90.

"Pasar turun hampir 3 persen pekan ini … kabar baiknya adalah selama sebulan setidaknya berhasil menyelinap ke wilayah positif selama sebulan penuh, naik sekitar 0,3 persen" kata analis pasar CommSec Steven Daghlian.

"Dan itu berarti dalam empat bulan berturut-turut terjadi kenaikan harga di pasar saham Australia."

Baca juga: Saham Australia dibuka lebih tinggi ditopang kenaikan pasar global

Penurunan saham-saham pertambangan, energi dan perbankan sangat menekan bursa lokal.

Di bidang keuangan, bank-bank besar terpuruk dengan Commonwealth Bank turun 1,91 persen, National Australia Bank turun 1,59 persen, Westpac Bank turun 1,54 persen dan ANZ turun 2,11 persen.

Saham-saham pertambangan anjlok dengan BHP turun 1,63 persen, Rio Tinto turun 2,98 persen, Fortescue Metals turun 4,14 persen, dan pertambangan emas Newcrest turun 0,83 persen.

Baca juga: Saham Korsel dibuka lebih tinggi, indeks KOSPI terkerek 0,51 persen

Harga saham produsen minyak dan gas merosot dengan Oil Search turun 3,00 persen, Santos turun 3,13 persen dan Woodside Petroleum turun 2,67 persen.

Saham supermarket terbesar di Australia bervariasi dengan Coles naik 0,39 persen, dan Woolworths turun 0,34 persen.

Sementara itu raksasa telekomunikasi Telstra terangkat 0,65 persen, maskapai nasional Qantas merosot 1,10 persen dan perusahaan biomedis CSL melonjak 1,81 persen.