Pasar soroti upaya penanganan pandemi, IHSG terkoreksi

·Bacaan 2 menit

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore terkoreksi seiring pelaku pasar yang menyoroti upaya pemerintah menangani pandemi COVID-19.

IHSG ditutup melemah 53,3 poin atau 0,88 persen ke posisi 6.034,54. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 8,86 poin atau 1,02 persen ke posisi 859,61.

"Dari dalam negeri, pergerakan IHSG yang cenderung berfluktuasi sejalan dengan pergerakan pasar saham Asia. Penerapan dari PPKM mikro sebagai upaya dalam penanganan pandemi menjadi perhatian utama pelaku pasar," kata analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardhiastama di Jakarta, Rabu.

Baca juga: IHSG naik merespons pernyataan Gubernur The Fed

Saat ini Kementerian Keuangan mencatat realisasi dari anggaran program PEN untuk klaster kesehatan per 18 Juni 2021 telah mencapai Rp39,55 triliun atau 22,9 persen dari total pagu. Angka yang masih rendah tentu menjadi kecemasan dari pelaku pasar terkait komitmen dari pemerintah dalam penanganan pandemi.

Saat ini, realisasi dari testing dan tracing yang baru tercapai 3,8 persen dari total pagu sebesar Rp6,68 triliun dianggap masih terlalu rendah.

Dibuka menguat, IHSG bergerak variatif pada sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG melemah dan terus berada di zona merah hingga penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor meningkat dimana sektor infrastruktur naik paling tinggi yaitu 1,26 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor perindustrian masing-masing 0,84 persen dan 0,21 persen.

Baca juga: Wall Street menguat, indeks Nasdaq berakhir di rekor tertinggi

Delapan sektor terkoreksi yang mana sektor kesehatan turun paling dalam yaitu minus 2,42 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor properti & real estat masing-masing minus 2,09 persen dan minus 1,2 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau "net foreign sell" sebesar Rp435,77 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.223.148 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,15 miliar lembar saham senilai Rp11,95 triliun. Sebanyak 194 saham naik, 307 saham menurun, dan 133 tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 30,52 poin atau 0,11 persen ke 28.914,65, indeks Hang Seng naik 507,31 poin atau 1,79 persen ke 28.817,07, dan indeks Straits Times terkoreksi 12,47 poin atau 0,4 persen ke 3.121,67.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel