Pasar Tanah Abang Membeludak, Marullah: Belanjanya Ditunda Dulu

Siti Ruqoyah, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepadatan pengunjung yang menyebabkan kerumunan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Sabtu 1 Mei 2021 kemarin, sontak menjadi perhatian publik Ibu Kota di tengah gelombang pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DKI Jakarta, Marullah Matali, mengakui bahwa antusiasme masyarakat untuk berbelanja di Pasar Tanah Abang memang membludak. Namun, hal itu memang tak sebanding dengan sejumlah mekanisme pengamanan terkait pencegahan COVID-19, yang sebelumnya telah diatur di kawasan tersebut.

"Kendalnya banyaknya orang. Meskipun di pasar itu sebenarnya ada gugus tugas, tapi gugus tugas yang terpasang tidak seimbang dengan jumlah dari pengunjung Pasar Tanah Abang," kata Marullah dalam apel di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu 2 Mei 2021.

Meski demikian, Marullah berharap kerumunan dan kepadatan para pengunjung di Pasar Tanah Abang itu tidak terulang lagi hari ini, dan bisa ditangani melalui koordinasi dan sinergi antara pihak Pemprov DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, dan Kodam Jaya.

Dia juga mengaku telah memerintahkan kepada seluruh wali kota yang ada di Jakarta, bahkan hingga ke seluruh jajaran camat dan lurah, untuk mengantisipasi hal serupa di pasar-pasar yang ada di wilayahnya masing-masing.

"Kemudian juga di kawasan stasiun atau terminal, yang ada di lingkup masing-masing dan dengan menjalin kerja sama dengan TNI-Polri," ujar Marullah.

Untuk mekanisme pelaksanan protokol kesehatan di Pasar Tanah Abang sendiri, Marullah berjanji bahwa pengecekan suhu dan penegakan aturan terkait protokol kesehatan lainnya akan segera ditegakkan hari ini.

Meski tak ada larangan untuk berbelanja di pasar, namun Marullah mengimbau kepada warga masyarakat agar bisa menakar diri dan memperhatikan situasi di pasar yang mereka kunjungi. Apakah keadaannya terlalu padat dan berkerumun untuk dimasuki, atau cukup lengang untuk menerapkan aturan jaga jarak.

"Hari ini kita pastikan semua prokes dijalankan. Memang belanja itu tidak dilarang, tetapi kita hanya mengingatkan bahwa apabila kondisi kerumunan tidak memungkinkan, sementara menjaga kesehatan itu sebuah kewajiban," kata Marullah.

"Kita akan sampaikan kepada masyarakat bahwa yang paling utama adalah menjaga kesehatan. Kalau masih mungkin belanja di pasar dengan kerumunan yang terbatas, silahkan. Tapi kalau tidak memungkinkan karena enggak bisa dijaga kerumunannya, dengan terpaksa belanjanya ditunda dulu," ujarnya.