Pasar Ular Plumpang mulai diserbu konsumen

Sejumlah konsumen kembali meramaikan Pasar Ular Plumpang, Jakarta Utara seiring dengan kasus penyebaran COVID-19 yang mereda di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Pengelola Pasar Plumpang, Cipto Wibowo ditemui di Jakarta, Senin, mengatakan kondisi transaksi jual beli saat ini sudah lebih baik dibanding ketika pandemi karena masyarakat sudah tidak terlalu khawatir dengan COVID-19.

Baca juga: China larang perdagangan 33 jenis binatang, anjing tidak termasuk

"Ya mendingan sekarang, waktu pandemi cari inventaris aja susah,” kata Cipto.

Sementara itu, salah satu pedagang pakaian anak, Yuni Putri Lutfiana menuturkan sekitar 50 persen pembeli sudah mulai datang ke kiosnya.

Ia sempat kesulitan untuk berjualan karena operasional toko tutup total selama dua pekan akibat pandemi COVID-19.

“Setelah 2 minggu itu ganjil genap, ada yang buka ada yang tutup,” ujar wanita yang sudah berjualan di Pasar Plumpang sejak 2017 itu.

Baca juga: Delapan anak ular kobra ditemukan di Rawa Bambu Jaksel

Untuk mengantisipasi jika pembeli sedang sepi, Yuni memasarkan produk jualan melalui daring.

Ia mengaku penghasilan dari hasil jualan daring mencapai 80 persen dibanding hasil penjualan di kios.

Pengelola dan pedagang berharap pemerintah mampu untuk meningkatkan daya beli masyarakat agar pembeli ramai kembali, seperti sebelum pandemi dan juga memberikan perhatian lebih bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Pasar Ular Plumpang merupakan salah satu tujuan wisata belanja warga Jakarta dan sekitarnya yang menyukai beragam jenis barang dari merek terkenal jenis kaos, jaket, sepatu, tas, serta beragam aksesories, seperti dompet dan ikat pinggang dengan harga relatif murah jika dibandingkan dengan merek resmi.

Baca juga: Menjelajah tempat bersejarah di ujung utara kota Jakarta

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel