Pasca Gempa Cianjur, Jaringan Smartfren Sempat Mati

Merdeka.com - Merdeka.com - Agus Rohmat, VP Network Operations Smartfren mengatakan saat ini jaringan Smartfren dalam kondisi yang aman dan pelanggan tetap bisa berkomunikasi pasca gempa Cianjur. Kendati begitu, diakuinya terdapat 1-2 BTS dari 152 BTS yang mengalami kendala lantaran pasokan listrik terputus.

"Ada 1-2 site kami yang mati akibat terputusnya pasokan listrik, namun tidak mengalami kerusakan. Kondisi ini memerlukan penanganan yang cepat, dan Smartfren selalu memonitor serta langsung merespon segala kondisi yang terjadi di lapangan," ungkap Agus dalam keterangannya, Senin (21/11).

Sebagaimana diketahui, terjadi gempa bumi dengan magnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, gempa terjadi di kedalaman 10 km Barat Daya Cianjur.

Gempa ini terjadi sekitar pukul 13.21 WIB. Dampak dari gempa Cianjur ini yakni dua warga meninggal dunia dan sejumlah rumah rusak usai kejadian tersebut.

Gempa yang terjadi di Cianjur ini terasa hingga Jakarta dan Bandung. Ramadhian Fadillah misalnya yang sedang berada di Bandung merasakan getaran gempa.

"Ini terasa sampai Bandung," kata Ian, sapaan akrab Ramadhian Fadillah.

Setali tiga uang dengan Ian, Riat yang tengah berada di Jakarta juga merasakan guncangan gempa sebanyak dua kali. Lama getaran sekitar 10 hingga 20 detik.

"Getarannya kuat banget," ujar dia. [faz]