Pasca Melahirkan, Ini Tips Relaktasi di Masa Pandemi yang Aman

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Para ibu sepakat bahwa ASI dapat memberikan nutrisi optimal untuk bayi. Oleh karena itu, bagi bayi yang baru lahir sangat dianjurkan untuk menerima ASI.

Bahkan ASI eksklusif disarankan untuk diberikan sejak enam bulan pertama kelahiran. Setelah enam bulan, bayi baru bisa diberikan makanan pendamping ASI.

Namun di masa pandemi, tak dapat dipungkiri bahwa masih ada bayi yang baru lahir tak menerima ASI karena beberapa kendala yang dialami.

Beberapa ibu yang baru melahirkan dapat memberikan ASI karena positif Covid-19. Alasan lain, ketika baru melahirkan, sang ibu harus menjalani perawatan terpisah dengan bayi. Alhasil proses awal menyusui tertunda.

Ketika para ibu yang barus melahirkan ada posisi tersebut, bagaimana cara aman untuk kembali menyusui? Konsultan Laktasi dr Firtia Sukrita Irsal, IBCLC dari RS EMC Sentul menjelaskan, proses menyusi dapat dimulai kembali dengan relaktasi.

"Menyusui kembali akan menjaga keberlangsungan asupan terbaik untuk bayi, agar mendapatkan kekebalan tubuh optimal dan segudang manfaat jangka pendek dan jangka panjang, untuk ibu dan bayi," kata dr Fitria.

Nah, agar proses relaktasi berjalan aman dan nyaman di masa pandemi, berikut tips yang dapat dilakukan seperti dijelaskan dr Fitria:

Skin to Skin

Para ibu dianjurkan untuk melakukan skin to skin contact, dengan meletakkan bayi di depan dada sang ibu.

"Kulit yang bersentuhan langsung akan kembali menguatkan bonding. Insting menyusui bayi akan kembali bangkit serta hormon menyusui ibu akan terstimulasi lagi," jelasnya.

Untuk cara ini, dokter yang pernah mengikuti pelatihan untuk pelatih Baby Friendly Hospital Initiative WHO-UNICEF pada 2010 itu menyarankan agar para ibu lebih mendominasi pengasuhan.

Memompa ASI

Lantaran sempat tertunda menerima ASI setelah melahirkan, kemungkinan bayi belum mau menyusui dari payudara dapat mungkin terjadi. Oleh karena itu, seringlah memerah dan memompa ASI, untuk meningkatkan kembali produksi ASI, agar sesuai dengan kebutuhan bayi.

Dengan begitu, bayi akan menyusui saat ASI ibu banyak. Selain memerah atau memompa, dapat juga dilakukan dengan pijat laktasi, untuk memproduksi ASI.

"Saat menyusui, pastikan posisi dan peletakan baik. Hal ini untuk menaikkan produksi ASI dengan cepat," katanya.

Suplementasi

Jika produksi ASI belum sesuai dengan kebutuhan bayi, para ibu dapat menyusui dengan teknik suplementasi. Hindari penggunaan dot dan empeng karena dapat membuat bayi nggak beminat untuk menyusu dari payudara.

"Kita dapat menggunakan media gelas dan sendok di masa transisi bayi untuk menyusui. Semakin muda usia bayi dan jangka pendek menyusu terhenti, maka proses relaktasi lebih mudah," jelas dr Fitria.

Nah berkaitan dengan relaktasi ini, dr Fitria menyarankan, agar prosesnya berjalan lancar, dibutuhkan kesabaran dari para ibu dan dukungan dari keluarga.

Jika kamu masih bingung atau ingin berkonsultasi terkati laktasi, cobalah mulai mengunjungi rumah sakit yang memiliki dokter berkompeten dibidangnya.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel