Pasek: Jika Anas tersangka, KPK pasti dapat tekanan

MERDEKA.COM. Ketua KPK Abraham Samad berjanji dalam waktu dekat akan menetapkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menjadi tersangka.

Abraham mengatakan, penetapan Anas hanya tinggal menunggu Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) ditandatangani oleh semua pimpinan KPK.

Mendengar kabar tersebut, kader Demokrat pun merasa aneh dan menuding KPK memaksakan untuk menetapkan ketua umum partai berlambang mercy itu menjadi tersangka.

Ketua DPP Bidang Komunikasi Publik Gede Pasek Suardika curiga akan tindakan KPK terhadap hal tersebut. Dia yakin ada pihak tertentu yang menekan KPK untuk menghancurkan Partai Demokrat.

"Iya lho, pusing juga. Kok seperti cuaca bisa berubah-ubah. Kelihatan sekali ya ada tekanan," kata Pasek kepada merdeka.com, Jumat (8/2).

Bukan tanpa alasan Pasek mengatakan hal seperti ini. Sebab menurut Pasek, beberapa waktu yang lalu, di hadapan media KPK telah membantah bahwa akan menetapkan Anas sebagai tersangka.

"Kan tadi KPK membantah berita itu, kok sekarang membenarkan. Berubah dong namanya," imbuhnya.

Namun, dia enggan membeberkan secara detail siapa dalang yang menekan KPK untuk menghancurkan Demokrat. Dia hanya berharap kabar tersebut tidak benar.

Seperti yang diketahui, Ketua KPK Abraham Samad mengatakan surat perintah penyidikan (Sprindik) penetapan tersangka untuk Ketua Umum Anas Urbaningrum tinggal menunggu waktu. Abraham mengatakan pimpinan KPK sudah sepakat semua, namun sprindik belum ditandatangani semua pimpinan KPK.

"Sudah sepakat tapi kan harus tandatangan semua," ujar Abraham saat melantik Dirtut dan Sekjen baru di auditorium KPK, Jumat (8/2).

Menurut Abraham penetapan tersangka dalam suatu kasus korupsi itu harus kolektif kolegial. Artinya, harus ditetapkan melalui proses gelar perkara atau ekspose dan sprindik ditandatangani semua pimpinan.

"Harus kolektif kolegial," ujarnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.