Pasien COVID-19 di Babel Bertambah Jadi 8.710 Orang

Dian Lestari Ningsih
·Bacaan 2 menit

VIVA – Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan pasien baru COVID-19 di Babel kembali bertambah 84 orang, sehingga kumulatif kasus orang terkonfirmasi virus corona di negeri serumpun sebalai itu menjadi 8.710 jiwa.

"Penambahan 84 orang yang terkonfirmasi Covid-19 ini semakin mengafirmasi bahwa penyebaran virus Corona masih terus terjadi dan faktanya wabah ini ada di sekitar kita," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Babel, Andi Budi Prayitno di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan berdasarkan data terbaru pada Senin (22/3) malam, jumlah pasien COVID-19 selesai menjalani isolasi 7.811 (bertambah 78), meninggal 139 (bertambah 3), dalam perawatan 760 (bertambah 84 - berkurang 81) dengan kumulatif kasus 8.710 (bertambah 84).

"Penambahan 84 kasus baru ini terjadi di Kota Pangkalpinang 7 orang, Kabupaten Bangka 7, Bangka Tengah 10, Bangka Barat 7, Belitung 13 dan Kabupaten Belitung Timur 30 orang pasien," katanya.

Menurut dia dalam seminggu terakhir orang yang terpapar dan dinyatakan positif Covid-19 sebanyak 695 orang, atau naik meski sedikit dibandingkan pekan sebelumnya.

"Kami tidak bosan-bosannya mengimbau dan mengajak serta menggarisbawahi bahwa kesadaran dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan adalah cara paling sederhana dan mudah serta murah, agar kita dan orang-orang di sekitar kita tidak terpapar virus berbahaya ini," katanya.

Ia menambahkan mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai sesama warga masyarakat, sehingga penularan dan penyebaran Covid-19 tidak meluas dan menjadi masif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Tidak bisa tidak, penanganan Covid-19 membutuhkan kerja sama, sinergi dan kolaborasi. Tanpa itu, upaya dalam mengatasi pandemi ini terutama dalam mengendalikan Covid-19 tidak akan berhasil dan maksimal," ujarnya.

Ia menegaskan sinergitas menjadi kata kunci kita untuk fokus dan serius menangani Covid-19 dan pada saat yang sama mendorong percepatan pemulihan ekonomi dan sosial sebagai akibat dari pandemi.

"Mari kita terus meningkatkan soliditas dan menggelorakan solidaritas serta semangat optimisme dan "positive thinking", sebagaimana motto: "Yang sakit harus sembuh, yang sehat harus tangguh"," katanya. (ant)