Pasien COVID-19 Meninggal di Jateng Terbanyak dengan Riwayat Hipertensi

Liputan6.com, Jakarta Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyebut bahwa hipertensi menjadi penyakit tertinggi yang dimiliki oleh pasien COVID-19 yang meninggal di wilayah tersebut.

Hal tersebut diungkap oleh Ganjar dalam pengarahan Presiden Joko Widodo untuk penanganan COVID-19 di Semarang, Jawa Tengah pada Selasa (30/6/2020).

Berdasarkan data pemerintah provinsi setempat, 39,6 persen pasien COVID-19 yang meninggal di Jateng memiliki riwayat penyakit hipertensi.

"Ternyata tertinggi Pak Presiden, itu karena hipertensi. Yang kedua karena diabetes, yang ketiga karena ginjal kronis, lalu ada gagal jantung koroner, asma, stroke, dan lain-lain," kata Ganjar seperti disiarkan dari saluran Sekretariat Presiden.

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Ganjar, sebanyak 36 persen pasien COVID-19 yang meninggal di Jateng memiliki riwayat penyakit diabetes melitus; 5,5 persen ginjal kronis; 5,5 persen gagal jantung; 3,9 persen jantung koroner; 3,1 persen asma; 2,8 persen stroke; 2,2 persen penyakit lain; 0,6 persen penyakit paru obstruktif kronis; dan 0,6 persen kanker payudara.

Kasus Corona di Jawa Tengah

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (Liputan6.com / Fatkhur Rozaq)

Pada kesempatan tersebut, Ganjar juga melaporkan bahwa hingga tanggal 30 Juni 2020 pukul 08.06 WIB, terdapat 3.996 kasus positif COVID-19 di Jateng.

Sebanyak 1.856 pasien sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19 dan 1.818 masih dirawat. 322 orang dinyatakan meninggal dunia.

Untuk kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP), Ganjar memaparkan terdapat 50.588 kasus ODP dengan 3.922 masih dalam pemantauan dan 46.666 sudah selesai dipantau.

Sementara untuk kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Jateng, secara keseluruhan terdapat 8.683 kasus. 955 pasien masih dalam perawatan dan 6.536 sudah dinyatakan sembuh. 1.192 orang dinyatakan dengan berstatus sebagai PDP.

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini