Pasien Covid-19 Meningkat, Stok Oksigen di Tarakan Nyaris Habis

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Tarakan - Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) terus mengalami peningkatan setiap harinya. Berdasarkan data yang dimiliki Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Tarakan, Rabu (28/7/2021) terdapat penambahan konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 226 kasus, sehingga jumlah kumulatif terkonfirmasi Covid-19 menjadi 8.116 kasus.

Banyaknya penambahan kasus konfirmasi Covid-19 setiap harinya, membuat persediaan oksigen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan kian hari semakin menipis. Hal ini disebabkan, pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di RSUD Tarakan banyak mengalami gangguan pernapasan.

"Untuk saat ini stok tabung oksigen milik RSUD Tarakan sudah menipis, hanya tersisa sekitar 100 sampai 120 tabung. Biasanya, dalam sehari RSUD Tarakan selalau menyetok tabung oksigen sebanyak 300 tabung," kata Plt Direktur Utama RSUD Tarakan, Dr Franky Sientoro, Rabu (28/7/2021).

Minta Kiriman Oksigen dari Balikpapan

Orang-orang mengantre di sebelah tabung oksigen untuk diisi ulang di luar pabrik oksigen Naing di kawasan industri South Dagon di Yangon, Myanmar, Rabu (28/7/2021). Myanmar saat ini dilanda lonjakan jumlah kasus COVID-19 dan kematian yang sangat membebani infrastruktur medis negara itu. (AP Photo)
Orang-orang mengantre di sebelah tabung oksigen untuk diisi ulang di luar pabrik oksigen Naing di kawasan industri South Dagon di Yangon, Myanmar, Rabu (28/7/2021). Myanmar saat ini dilanda lonjakan jumlah kasus COVID-19 dan kematian yang sangat membebani infrastruktur medis negara itu. (AP Photo)

Dr Franky menjelaskan, untuk memenuhi ketersediaan stok tabung oksigen bagi penderita Covid-19 yang mengalami ganggunan pernapasan, saat ini RSUD Tarakan telah meminta bantuan dari Balikpapan. Rencananya, dalam waktu dekat Balikpapan akan mengirimkan sekitar 200 tabung oksigen untuk persediaan bagi pasien Covid-19.

"Diperkiran Jumat depan sudah tiba, tapi belum tahu apakah 200 tabung itu semuanya untuk RSUD Tarakan atau tidak, harapannya kami bisa mendapatkan sekitar 100 tabung, karena di RSUD Tarakan ini paling tidak membutuhkan 200 hingga 300 tabung oksigen selama pandemi Covid-19," jelasnya.

Franky mengungkapkan, pada dasarnya RSUD Tarakan memiliki pabrik pengisian tabung oksigen yang beroperasi 24 jam. Hanya saja, untuk mengisi tabung oksigen dengan kapasitas 6 kubik per tabung membutuhkan waktu, yakni 45 menit per tabungnya. Itu pun, pabrik pengisian tabung oksigen RSUD Tarakan tidak dapat mengisi secara maksimal.

"Kan kalau isi penuh itu maksimal 45 menit per tabungnya, tapi di pabirik kita ini hanya bisa mengisi sekitar 20 sampai 25 menit setiap tabungnya, itu pun dapatnya hanya 20 tabung per hari. Jadi, walau bagaimana pun kita tetap membutuhkan bantuan dari distributor atau suplai dari tempat lain," ungkapnya.

Anggaran Pembelian Oksigen Meningkat

Seorang biksu Buddha yang mengenakan masker memegang tangki oksigen untuk diisi ulang di luar pabrik oksigen Naing di zona industri South Dagon di Yangon, Myanmar, Rabu (28/7/2021). (AP Photo)
Seorang biksu Buddha yang mengenakan masker memegang tangki oksigen untuk diisi ulang di luar pabrik oksigen Naing di zona industri South Dagon di Yangon, Myanmar, Rabu (28/7/2021). (AP Photo)

Franky menegaskan, dengan semakin bertambahnya kasus Covid-19 di Tarakan, sampai saat ini anggaran yang dibutuhkan untuk menyediakan oksigen juga ikut bertambah. Padahal, biasanya RSUD Tarakan hanya mengeluarkan anggaran Rp150 juta, untuk menambah persediaan oksigen.

"Jelas pengeluaran kita juga ikut bengkak, karena banyaknya pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen, anggaran yang kita keluarkan menjadi Rp2 miliar," dia menegaskan.

Dengan semakin menipisnya pasokan tabung oksigen dan ditambah tidak adanya stok, Franky berharap saat dilakukan pengisian di pabrik oksigen RSUD Tarakan tidak terjadi masalah. Jika tidak, dikhawatirkan akan terjadi dampak yang fatal, jika terdapat pasien Covid-19 dengan kondisi berat yang membutuhkan oksigen untuk bantuan pernapasan.

"Support utama kasus covid-19 adalah oksigen, karena kebanyakan pasien Covid-19 di Tarakan yang mengeluhkan adanya gangguan di saluran pernapasananya," ucapnya.

Stok Obat-obatan Covid-19

Aktivitas jual beli obat dan alat kesehatan di Pasar Pramuka, Jakarta, Rabu (23/6/2021). Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Pramuka, Yoyon mengatakan peningkatan penjualan vitamin di tempat tersebut di tengah pandemi COVID-19 mulai terlihat dari beberapa pekan lalu. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Aktivitas jual beli obat dan alat kesehatan di Pasar Pramuka, Jakarta, Rabu (23/6/2021). Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Pramuka, Yoyon mengatakan peningkatan penjualan vitamin di tempat tersebut di tengah pandemi COVID-19 mulai terlihat dari beberapa pekan lalu. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Disinggung terkait ketersediaan obat-obatan dan alat pelindung diri (APD), Franky memastikan, sampai saat ini pasokan yang dimilik RSUD Tarakan masih terbilang aman untuk menangani pasien Covid-19 yang terus melonjak di Tarakan.

"Kalau obat dan APD masih cukup untuk mengobati pasien Covid-19, memang yang saat ini darurat hanya ketersediaan tabung oksigen saja," dia memungkasi.

Simak juga video pilihan berikut:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel