Pasien COVID-19 Naik, Kegiatan Ini Perlu Dilakukan Anak Saat Isoman

·Bacaan 2 menit

VIVA – Peningkatan jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja. Mengutip data Satuan Tugas Penanganan COVID-19, pada 16 Juli 2021, kasus positif pada anak usia 0 - 18 tahun mencapai 12,8 persen atau 351.336 anak.

Mirisnya lagi, data tersebut juga mencatat, ada 777 anak di Indonesia yang meninggal dunia akibat COVID-19. Persentase Angka Kematian Tertinggi (CFR) berada pada kelompok usia 0-2 tahun, diikuti 16-18 tahun dan usia 3-6 tahun.

Artinya, 1 dari 8 kasus COVID-19 di Indonesia adalah anak-anak. Dari jumlah kasus tersebut, sebanyak 3-5 persen di antaranya meninggal dunia, dan separuhnya adalah balita.

Kasus terbanyak terjadi pada anak sekolah dengan rentang usia 7-12 tahun yaitu 101.049 kasus, disusul usia 16-18 tahun sebanyak 87.385, dan usia 13-15 tahun dengan 68.370 kasus. Sementara kasus COVID-19 pada anak TK atau usia 3-6 tahun, berjumlah 50.449 dan usia PAUD 0-2 tahun, berjumlah 44.083 kasus.

Lima provinsi yang menempati kasus COVID-19 anak tertinggi, di antaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Sementara di DKI Jakarta sendiri, Koordinator Humas Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Kolonel dr. Mintoro Sumego, menyampaikan, hingga 3 Agustus 2021, jumlah pasien anak yang berusia hingga 14 tahun yang dirawat di RSDC Wisma Atlet berjumlah 147 anak.

"Dengan pasien anak perempuan berjumlah 77 dan anak laki-laki berjumlah 70," kata dia.

Kondisi ini membawa keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk Farmalab Indoutama dan Balai Pustaka. Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada Juli 2021 lalu, mereka melaksanakan Program Berbagi 1000 Paket Buku untuk Anak Indonesia, yang diberikan pada pasien anak di RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur PT Farmalab Indoutama, Arie Genipa Suhendi dan Direktur Balai Pustaka, Dewananda Wardana kepada Kolonel dr. Mintoro Sumego. Paket tersebut berisi buku bacaan anak, buku mewarnai, dan pensil warna sebagai sarana penghibur pasien anak di RSDC.

"Kegiatan membaca buku dan mewarnai diharapkan mampu menghibur sekaligus meningkatkan imun anak-anak yang sedang menjalani isolasi sehingga dapat segera pulih dari kondisinya. Selain itu, membaca buku juga merupakan kegiatan yang lebih positif dibanding penggunaan gadget sebagai sarana hiburan anak,” ujar Arie Genipa Suhendi dalam keterangannya, Kamis 5 Agustus 2021.

Kolonel dr. Mintoro Sumego, turut menyambut baik penyerahan program 1000 buku ini. Ia berharap kolaborasi ini bisa berguna bagi pasien anak-anak yang jumlahnya cukup banyak dengan waktu rawat inap 10-15 hari.

"Semoga buku-buku ini dapat membantu mencerdaskan anak bangsa dan menutup kebosanan anak-anak di Wisma Atlet," tutur Mintoro Sumego.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel