Pasien COVID-19 yang Pulih Wajib Menari 2 Kali Sehari

Zulfikar Husein

VIVA – Dalam dua kali sehari, pasien COVID-19 yang pulih yang berada Singapore Expo wajib turun ke lantai untuk menjalani sesi menari dan berolahraga bersama.

Hal itu diketahui setelah muncul video yang beredar luas menunjukkan seorang tenaga medis memimpin sejumlah pasien dalam sesi dansa di Singapore Expo pada Kamis 15 Mei 2020.

Petugas kesehatan tampak menari dengan antusias pada irama meskipun mengenakan perlengkapan alat pelindung diri. Puluhan pasien yang mayoritas pekerja migran terlihat mengikuti setiap petunjuk dari tenaga medis.

Seorang juru bicara Woodlands Health Campus (WHC), mengatakan, bahwa petugas medis yang berasal dari organisasinya telah memulai serangkaian pelatihan dan kegiatan ini mulai Senin 11 Mei 2020 untuk meningkatkan suasana hati para pasien agar lebih sejahtera.

Selain dimaksudkan untuk mengangkat suasana hati pasien, kegiatan ini juga membatu mereka tetap aktif saat memulihkan diri di fasilitas perawatan.

Baca Juga: Prancis Marah ke Amerika Serikat Gara-gara Vaksin Virus Corona

"Video itu memperlihatkan satu sesi latihan massa seperti itu, yang berlangsung sekitar 15 menit. Sesi dilakukan dua kali sehari. Sejauh ini, respons dan partisipasi berjalan positif," kata juru bicara WHC, seperti dikutip The Straits Times, Kamis 15 Mei 2020.

WHC menambahkan, bahwa pihaknya tetap mengamati kesehatan dan kondisi pernapasan pasien selama kegiatan menari bersama itu. 

Kadar oksigen pasien juga diukur setelah latihan untuk membantu mengidentifkasi siapa saja yang mungkin memerlukan lebih banyak perhatian medis.

"Melalui latihan-latihan ini, kami juga berharap untuk memberikan tips gaya hidup agar pasien dapat terus berlatih bahkan setelah mereka keluar. Ini juga sebagai tindakan pengendalian keamanan dan infeksi, makanya kami secara teratur mengingatkan semua orang tentang tindakan menjaga jarak yang aman," ujar juru bicara WHC.

Sebanyak 10 aula di Singapore Expo telah dikonversi menjadi fasilitas perawatan pasien virus Corona dengan kapasitas 8.000 tempat tidur. Fasilitas perawatan tersebut dimaksudkan untuk mereka yang memiliki gejala ringan dan faktor risiko yang rendah.