Pasien Diabetes Lebih Rentan Terpapar COVID-19

Rochimawati, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVA – Merebaknya wabah virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 yang menjadi pandemi di dunia menimbulkan banyak kekhawatiran di tengah masyarakat. Terlebih mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid yang disebut bisa memperburuk kondisi seseorang yang terinfeksi COVID-19, salah satunya adalah penyakit diabetes melitus (DM).

Data menunjukkan bahwa risiko tertinggi penularan COVID-19 adalah pada penderita diabetes dan lanjut usia. Diabetes sendiri menjadi komorbid kedua tertinggi yang sering ditemukan pada pasien yang terinfeksi COVID-19. Hal ini didasarkan pada studi systematic review and meta analysis di Wuhan dari 46.248 pasien terinfeksi COVID-19.

"Diabetes merupakan komorbiditas kedua yang tersering kedua data di Wuhan 8 persen kasus ditemukan pasien COVID-19 dengan diabetes berada di posisi kedua setelah hipertensi. Data di rumah sakit di New York ditemukan 33,8 persen kasus ditemukan pasien COVID-19 dengan diabetes berada di posisi ketiga setelah hipertensi dan obesitas," kata Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Prof.Dr.dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD dalam virtual conference Inovasi dan Transformasi Penanganan Diabetes secara Individual Selama Pandemi COVID-19, Jumat 7 Agustus 2020.

Ketut melanjutkan di Indonesia sendiri, berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 1 Mei 2020, menunjukkan dari 800 kasus kematian, 493 kasus tidak diketahui penyertanya. 98 tanpa penyakit penyerta, dan 165 dengan penyakit penyerta. Dari 165 penyakit penyerta itu diketahui diabetes berada di posisi kedua setelah penyakit hipertensi.

Baca juga: Tak Melulu Bersenang-senang, Jangan Halangi Wanita Main Medsos

"Hipotensi 115 kasus, diabetes 83 kasus, penyakit jantung 54 kasus, penyakit ginjal 24 kasus, dan penyakit paru 14 kasus," ujarnya.

Selain itu, Ketut juga menjelaskan bahwa dari data pasien COVID-19 dengan penyakit penyerta diabetes juga memiliki tingkat risiko kematian tinggi.

Dijelaskannya dari data, studi systematic review and meta analysis di Wuhan risiko angka kematian pasien COVID-19 dengan penyakit diabetes tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan penderita secara umum (7,3 persen berbanding 2,3 persen).

Sedangkan data dari rumah sakit di Amerika risiko kematian pasien COVID-19 dengan penyakit penyerta diabetes memiliki 4-5 kali risiko kematian dibanding dengan penderita secara umum.

Dijelaskan Ketut, diabetes ini bisa memperburuk kondisi seseorang yang terinfeksi COVID-19 lantaran mereka yang memiliki diabetes memiliki sistem imunitas lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki diabetes.

"Sehingga, memudahkan terjadinya infeksi dan menjadi lebih berat," kata ketut.