Pasien Diduga Flu Burung Akhirnya Dinyatakan Sehat

TEMPO.CO, Semarang- Dugaan infeksi flu burung yang sebelumnya dialami oleh seorang pasien di rumah sakit Elizabeth Semarang tak terbukti. Dinas Kesehatan Jawa Tengah memastikan pasien berinisal M yang berumur 54 tahun, negatif flu burung setelah uji laboratorium yang dilakukan sebanyak tiga kali, masing-masing laboratorium rumah sakit Karyadi, Laboratorium Badan Penelitian Kementerian Kesehatan, dan Laboratorium Dinas Kesehatan Jawa Tengah. »Yang bersangkutan sudah diperbolehkan pulang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Anung Sugihantono, Selasa 25 Desember 2012.

Ia memasrahkan kepulangan pasien yang telah dinyatakan negartif flu burung ini ke rumah sakit Elizabeth. Menurut Anung, dinas kesehatan Jawa Tengah telah melakukan penanganan sejak ada laporan mengenai gejala flu burung yang dialami pasien. Yaitu dengan memberikan obat hingga observasi selama masa inkubasi, yakni 20 hari setelah ditemukan suspect. »Observasi juga berlaku bagi warga sekitar lingkungan tempat tinggal,” kata Anung.

Ia menyatakan, orang yang diduga kena flu burung ini juga ditemukan di Kabupaten Kendal pada Jum'at pekan lalu. Namun, dia juga dinyatakan negatif.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Rumah Sakit Elizabeth Kota Semarang Probowati Tjondronegoro menyatakan belum mengetahui salah satu pasien suspect flu burung ini negatif virus H1N5. »Masih libur kami belum mendapatkan surat resmi dari dinas kesehatan,” ujar Probowati.

Ia menyatakan surat resmi dari Dinas Kesehatan ini menjadi acuan untuk memulangkan pasien. Apa lagi, menurut Probawati, selama ini pasien suspect flu burung ini dalam kondisi sehat. Pasien suspect flu burung dirawat oleh rumah sakit Elizabet Kota Semarang sejak tanggal 17 Desember lalu. 

Pasien itu sengaja minta dikarantina karena khawatir gejala tubuh yang ia rasa hampir sama dengan gejala flu burung. »Ia mendapatkan penanganan khusus karena dugaan flu burung dengan cara masuk isolasi dan karantina,” kata Probowati.

EDI FAISOL 

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.