Pasien Isolasi Mandiri Kini Bisa Konsultasi Online di 11 Aplikasi, Ini Daftarnya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Demi mengurangi beban rumah sakit, pemerintah meminta pasien Covid-19 tanpa gejala untuk melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Pasien tetap bisa berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan pasokan obat dengan berkonsultasi secara online (telemedicine) dengan 11 platform yang telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan.

"Kami menyediakan layanan telemedicine (konsultasi daring) bagi pasien isolasi mandiri," kata Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk Pulau Jawa dan Bali, Luhut Binsar Pandjaitan dalam Keterangan Per Layanan Telemedicine untuk Pasien Isoman, Jakarta, Senin (5/7/2021).

Dalam program ini pemerintah bekerja sama dengan 11 platform telemedicine untuk memberikan layanan konsultasi dan pengiriman obat secara gratis. Mereka adalah aloDokter, Get Well, Good Doctor, Halodoc, KlikDokter, KlinikGo, LinkSehat, Milfield Dokter, ProSehat, SehatQ dan YesDok.

"Dari lubuk hati yang paling dalam, kami apresiasi semua mau ikut bekerja sama.

Saat ini Pemerintah mulai memilah pasien Covid-19 mana yang bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit dan menjalani isolasi mandiri. Bagi pasien Covid-19 tanpa gejala dan memiliki saturasi oksigen 94-95 persen diminta untuk menjalani isolasi di rumah saja.

Sementara bila saturasi oksigen dibawah angka tersebut dan disertai gejala serta memiliki komorbid maka akan diprioritaskan untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit. Masing-masing pasien isolasi mandiri akan mendapatkan obat sesuai dengan gejala yang dialami.

Tak Bergejala

ilustrasi isolasi mandiri (sumber: freepik)
ilustrasi isolasi mandiri (sumber: freepik)

Bagi pasien isoman tidak bergejala akan mendapatkan paket obat yang terdiri dari vitamin C, B , E dan Zinc. Sedangkan pasien yang bergejala ringan akan mendapatkan paket multivitamin, Azitromisin 500 mg, Oseltamivir 75 mg dan Paracetamol Tab 50 mg.

"Ini semua gratis," kata Luhut.

Sebelas platform tersebut akan melayani pasien secara digital dan terintegrasi dengan 742 lab PCR di seluruh Indonesia. Dia mengatakan saat ini Kementerian Kesehatan telah memiliki sistem New All Record (NAR) sebagai sistem big data yang terintegrasi dengan 742 laboratorium. Fungsinya untuk memberikan laporan pemeriksaan PCR maupun Antigen secara real time tentang jumlah kasus positif Covid-19.

"Dengan sistem ini Kemenkes punya data real time, jadi kita bisa memantau secara real time," kata dia.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel