Pasien meninggal saat ICU dipakai syuting salah siapa?

MERDEKA.COM, Rumah Sakit Harapan Kita tiba-tiba hangat menjadi pemberitaan media. Sebab, ruang ICU di RS tersebut tiba-tiba beralih fungsi menjadi lokasi syuting sinetron 'Love in Paris' pada Rabu (26/12) malam.

Keberadaan para kru dan aktivitas syuting tersebut tentu saja mengusik ketenangan para pasien dan keluarganya. Apalagi Ayu Tria Desiani (9) meninggal di ruang ICU saat syuting sedang berlangsung. Ayu merupakan pasien leukemia yang sudah rutin menjalani cuci darah selama tujuh tahun.

Kabar pun langsung tersiar. Ayu dikabarkan meninggal karena merasa tak nyaman atas aktivitas syuting sinetron itu.

Ayah Ayu, Kurniayanto mengaku kesal dengan kegiatan syuting tersebut. Menurutnya, saat itu Ayu sedang ngedrop dan membutuhkan suasana tenang untuk istirahat.

"Kru mereka itu lebih dari 20 orang. Ada artisnya juga," katanya kepada merdeka.com, Kamis (27/12).

Menurutnya, kegiatan syuting tersebut sangat mengganggu. Karenanya, dia menyesalkan penyelenggara syuting 'Love in Paris' yang menggunakan ruang ICU untuk kepentingannya itu.

"Kami sih terganggu karena adanya syuting itu, karena kan ruang ICCU itu harusnya tertib dan nyaman. Tapi ini malah dipadati kru-kru mereka, jadi itu menghambat saya untuk menengok kondisi anak saya," kata dia.

Sementara itu, Irawan Tanu, co sutradara sinetron 'Love in Paris' mengaku ditawari pihak RS Harapan Kita untuk menggunakan ruang ICU tersebut.

"Kami ditawari oleh pihak Rumah Sakit Harapan Kita untuk pakai ICU, karena pihak rumah sakit mengatakan ruangan itu tidak bisa digunakan karena sedang rusak," ujar Irawan ketika dihubungi merdeka.com.

Menurutnya, pihak RS Harapan Kita hanya berpesan agar pihaknya tidak membawa orang banyak masuk ke dalam ICU. Dia juga mengaku tidak mengetahui ada pasien yang meninggal karena ruang ICU dipakai untuk syuting.

Kepala Instalasi Humas RS Harapan Kita, Sahrida, membantah ruangan yang digunakan sebagai lokasi syuting pada Rabu (26/12) malam adalah ruang ICU. Menurutnya, ruangan yang dipakai untuk lokasi syuting adalah ruang penyimpanan alat.

Di ruangan itu, disimpan alat-alat kesehatan yang bisa dipakai kalau dibutuhkan untuk darurat. Meski demikian, dia mengakui ruangan itu berada di lantai yang sama dengan ruangan ICU.

"Jadi ruangan yang dipakai itu bukan ICU," kata Sahrida dalam jumpa pers di kantornya.

Apapun alasannya, pihak RS sebaiknya berpikir ulang jika hendak memberi izin syuting di RS. Sebab, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi telah menegaskan, ruang Intensive Care Unit (ICU) di RS bukan tempat yang dipakai untuk area komersil, termasuk dipakai sebagai area syuting sebuah sinetron.

"Enggak boleh lah. Untuk syuting saya cek dulu, mestinya enggak boleh," ucap Nafsiah di Kantor Presiden, Jakarta.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.