Pasifik Membara, 5 Kapal Perang Rusia Ancam Armada Tempur Amerika

·Bacaan 2 menit

VIVA – Lima unit kapal perang Angkatan Laut Rusia (VMF) berhasil memburu dan melacak aktivitas sejumlah kapal selam asing, dalam operasi militer di Samudera Pasifik Tak hanya lima unit, militer Rusia juga mengerahkan sedikitnya 20 kapal perang ke wilayah perairan terbesar di dunia.

VIVA Militer melaporkan dalam berita Kamis 10 Juni 2021 lalu, Angkatan Laut Rusia mengerahkan 20 kapal perang dalam latihan skala besar di Pasifik. Latihan ini menjadi yang terbesar dalam sejarah Republik Federal Rusia, sejak berakhirnya Perang Dingin 30 tahun silam.

Dalam laporan yang dikutip VIVA Militer dari Anadolu Agency, Angkatan Laut Rusia tak hanya mengerahkan kapal permukaan yang terdiri dari kapal perusak peluru kendali, fregat dan korvet. Akan tetapi, ada pula kapal selam yang ikut ambil bagian dalam latihan tersebut.

Latihan besar-besaran militer Rusia itu bertujuan untuk menghadapi ancaman kapal-kapal selam musuh, yang mampu melakukan berbagai aksi dalam pertempuran. Seperti halnya yang dimiliki militer Rusia, kapal selam mampu melakukan pengintaian, pelacakan, hingga meluncurkan rudal balistik nuklir antar-benua.

Tak hanya itu, latihan skala besar militer Rusia kali ini adalah respons atas aksi yang sama yang dilakukan oleh armada Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (US Armed Forces).

Yang menjadi sorotan adalah kapal perusak peluru kendali kelas Udaloy, Laksamana Panteleyev, kapal fregat Marsekal Shaposhnikov, dan tiga kapal korvet. Kelima kapal perang ini berhasil melacak pergerakan kapal selam tiruan, dan seketika menghancurkannya.

"Selama latihan, awak kapal perang Armada Pasifik menembakkan senjata otomatis Angkatan Laut AK-630 dan artileri Angkatan Laut universal A-190," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia dikutip VIVA Militer dari Sputnik News.

Sepekan sebelum militer Rusia menggelar kampanye di Pasifik, Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) sudah lebih dulu melakukan latihan, juga dengan skala besar. Diketahui, latihan militer Amerika Serikat (AS) kali ini diberi sandi Agile Dagger 2021.

Latihan tempur yang digelar militer Amerika di Pasifik difokuskan untuk meningkatkan kemampuan kapal selam tempur. Sebaliknya, militer Rusia menggelar latihan untuk menangkal ancaman yang mungkin ditimbulkan oleh kapal selam musuh.

Menurut laporan lain yang dikutip VIVA Militer dari Daily Mail, Presiden AS, Joe Biden, memberikan pernyataan tegas terhadap aksi militer Rusia di Pasifik. Biden memastikan bahwa apa yang dilakukan Rusia adalah sebuah tindakan yang berbahaya, dan AS akan selalu memberikan respons.

Hal itu dikatakan oleh Biden saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G7 2021 di Cornwall, Inggris, pekan lalu. Di sisi lain, Biden dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, justru memiliki rencana pertemuan di Jenewa, Swiss, pekan depan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel